TANJUNG SELOR, Beritabenua.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menyapa dan berdialog langsung dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di area pameran Festival Rakyat 2026 di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Senin (20/7) malam.
Taruna Ikrar kepada Mahasiswa Unpad: Jangan Hanya Belajar untuk Ujian, Jawab Persoalan Kesehatan Masa Depan
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Kongres XVII HIPPMAS Digelar 28–30 Agustus 2026, Jadi Momentum Akhiri Dualisme dan Satukan Organisasi
Arrang Saz • 6 hari lalu
Berita Terkini
Dalam kunjungannya, Sekprov Denny mendengarkan berbagai pengalaman pelaku usaha selama festival berlangsung, mulai dari tantangan penjualan hingga peningkatan omzet yang dirasakan masyarakat.
Taruna Ikrar Sebut RSPON Memiliki Modal Besar Menjadi Rumah Sakit Rujukan Dunia
BeritaBenua.com • 10 hari lalu
Berita Terkini
Taruna Ikrar di Unsri: Resistensi Antibiotik Ancaman Nyata, Kampus Harus Jadi Garda Terdepan Selamatkan Masa Depan Kesehatan Bangsa
BeritaBenua.com • 14 hari lalu
Berita Terkini
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tidak ingin pelaku UMKM hanya sekadar balik modal setelah mengikuti kegiatan pameran.
“Kita ingin ada pendampingan yang matang agar para pelaku usaha meraih keuntungan nyata dan berkelanjutan. Perputaran uang di masyarakat harus terus berjalan positif,” ujarnya.
Salah satu cerita yang menarik perhatian datang dari pedagang pentol di area festival. Kepada Denny, pedagang tersebut mengaku mampu meraih omzet hingga Rp2 juta per malam selama kegiatan berlangsung.
“Kalau dikalkulasikan selama 11 malam, pendapatannya bisa mencapai Rp22 juta. Ini bukti bahwa ruang pamer yang disediakan pemerintah memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” kata Denny.
Pada momen penutupan Festival Rakyat 2026, Pemprov Kaltara juga meluncurkan program SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) sebagai langkah strategis menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar di daerah.
Denny menyebutkan, dari sekitar 51.840 UMKM yang tersebar di Kaltara, pemerintah bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara akan mendorong investor dan industri besar untuk menyerap produk lokal.
“Industri dan investor yang beroperasi di Kaltara tidak boleh mendatangkan bahan baku atau kerajinan dari luar daerah jika potensi tersebut bisa dipenuhi oleh UMKM kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltara akan memberikan pendampingan aktif agar UMKM mendapat pelayanan terbaik dan tidak berjuang sendirian dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha.
Menutup kunjungannya, Denny mengingatkan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang terbukti tetap bertahan saat krisis.
“Pemerintah daerah bersama Kadin akan terus hadir memfasilitasi. UMKM harus diberi ruang untuk tumbuh dan menjadi penyangga utama perekonomian Kalimantan Utara,” pungkasnya. (dkisp)





