SINJAI, Beritabenua--Menjelang perhelatan Temu Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah Indonesia (PTMAI) yang akan diselenggarakan di Surakarta pada 29 Oktober 2026, bursa kepemimpinan nasional mahasiswa Muhammadiyah makin hangat. Mujahid Turaihan secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Bakal Calon Koordinator Pusat (Koorpus/Koorpresnas) BEM PTMAI Periode 2026–2027.
Langkah ini diambil dengan landasan rekam jejak kepemimpinan organisasi yang matang dan konsisten. Selain itu, sosok yang akrab disapa Rehan tersebut mengemban amanah sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai periode 2025/2026. Di tingkat regional, keberanian dan kepemimpinannya juga teruji melalui posisinya sebagai Koordinator Isu Hukum & HAM BEM PTMAI Zona 7.
50 Pajak Air Tanah Sinjai Bermasalah, BPK Temukan Setoran Tak Lewat Rekening Kas Daerah
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Wujud Kepedulian Nyata, KNPI Sinjai Bantu Korban Kebakaran di Sinjai Selatan
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Latar belakang kepemimpinannya di ranah advokasi hukum dan hak asasi manusia membentuk karakter gerakan Rehan yang berorientasi pada keadilan sosial. Selama menjabat sebagai Koordinator Isu Hukum & HAM Zona 7, ia aktif mengawal berbagai kebijakan publik serta menyuarakan aspirasi masyarakat sipil yang membutuhkan pendampingan advokasi secara nyata.
Pencalonan Rehan ke jenjang kepemimpinan nasional didasari oleh dorongan kuat untuk membawa perubahan progresif bagi iklim gerakan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa keberaniannya maju sebagai Koorpresnas bukan sekadar mengejar posisi struktural, melainkan membawa tawaran gagasan strategis yang mampu menjawab tantangan bangsa di era dinamis saat ini.
Fantastis, Isu Bajet Bursa Pemilihan Ketua Karang Taruna Sinjai Capai Rp10 Juta
Arrang Saz • 8 hari lalu
Berita Terkini
Langkah Awal Muhammad Rum Sunusi Menuju Kursi Ketua Karang Taruna Sinjai
Arrang Saz • 10 hari lalu
Berita Terkini
Dalam visi yang dibawanya, Rehan menekankan pentingnya sinergi dan perataan gerakan antara perguruan tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah di seluruh pelosok Nusantara. BEM PTMAI dinilai harus menjadi poros gerakan yang independen, kritis, kritis-konstruktif, serta senantiasa hadir memberi solusi atas permasalahan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi rakyat Indonesia.
"Keikutsertaan dalam kontestasi di Surakarta nanti adalah manifestasi pengabdian untuk membawa ide-ide kebangsaan, memperkuat konsolidasi antar-kampus, serta memastikan BEM PTMAI terus konsisten membela prinsip keadilan hukum, kebebasan berpendapat, dan HAM di tanah air," tegas Rehan dalam keterangannya.
Forum Temu Nasional di Surakarta pada 29 Oktober 2026 mendatang diproyeksikan akan menjadi ajang konsolidasi gagasan sekaligus momentum krusial bagi seluruh delegasi BEM PTMAI se-Indonesia dalam menentukan arah gerak dan kepemimpinan nasional organisasi ke depan.





