PENAJAM, Beritabenua.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen meningkatkan sektor pariwisata Benuo Taka sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.
Dengan merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) No 6 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Rippda) tahun 2022-2027, Disbudpar PPU menyiapkan berbagai langkah strategis.
SPDP Terbit, Kasus Dugaan Penipuan Investasi Stone Crusher Rp6,7 Miliar Masuk Penyidikan
BeritaBenua.com • sekitar 22 jam lalu
Berita Terkini
Dosen UIN Alauddin Makassar Bergelar Profesor Dilaporkan ke Polsek Somba Opu atas Dugaan Pengancaman
Arrang Saz • sekitar 23 jam lalu
Berita Terkini
Salah satunya, pembebasan lahan di kawasan wisata, guna memperluas akses dan fasilitas pariwisata.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar PPU, Julizar Rakhman, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pembebasan lahan di dua titik penting.
Rakyat Resah, Mahasiswa Bergerak: DEMA UIN Alauddin Makassar dan BEM UIT Geruduk DPRD Sulsel
NURrr Aminn • sekitar 23 jam lalu
Berita Terkini
SAVOCO, PRODUK KREATIVITAS MAHASISWA UMSi YANG LOLOS KMI EXPO, DIPERKENALKAN KEPADA WAMENDIKTISAINTEK
Xiao Huli • 1 hari lalu
Berita Terkini
"Ada dua lahan yang kami rencanakan untuk dibebaskan pada 2025, yaitu di Pantai Nipa-nipa dan di kawasan mangrove Kampung Baru," ungkapnya.
Dua lokasi ini dinilai strategis karena memiliki potensi daya tarik wisata alam yang besar.
Sebagai langkah awal, tim Disbudpar akan melakukan appraisal atau penilaian nilai tanah di kedua area tersebut.
Kegiatan appraisal ini bertujuan untuk menentukan nilai lahan yang akan diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025.
"Kami berencana segera turun langsung ke lokasi untuk penilaian lahan, sehingga anggaran dapat dihitung dan diajukan sesuai rencana," tambah Julizar.
Dalam perencanaan jangka panjang, pembebasan lahan ini bukan hanya untuk menambah ruang wisata tetapi juga untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang mendukung pariwisata.
"Dengan adanya lahan yang memadai, kami bisa membangun fasilitas yang lebih baik dan mempercantik akses ke tempat-tempat wisata," jelasnya.
Menurut Julizar, peningkatan kualitas dan akses wisata akan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Selain dua titik lahan tersebut, Julizar mengungkapkan bahwa Disbudpar memiliki beberapa area lain yang potensial untuk dikembangkan. Namun, fokus utama saat ini adalah Pantai Nipa-nipa dan kawasan mangrove Kampung Baru.
"Kami perlu memprioritaskan agar sektor lain juga dapat dikembangkan secara berimbang," katanya,
Menyiratkan bahwa pembangunan pariwisata harus sejalan dengan pengembangan sektor-sektor lain di Kabupaten PPU. (adv/kominfoppu)





