PENAJAM, Beritabenua.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen meningkatkan sektor pariwisata Benuo Taka sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.
Dengan merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) No 6 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Rippda) tahun 2022-2027, Disbudpar PPU menyiapkan berbagai langkah strategis.
“I Love You Bhayangkari”, Lagu Ciptaan Iptu Sukandi Tembus Kancah Musik Nasional
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Muh Zaitun Ardi Dorong Pemuda Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Koperasi Merah Putih
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Salah satunya, pembebasan lahan di kawasan wisata, guna memperluas akses dan fasilitas pariwisata.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar PPU, Julizar Rakhman, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pembebasan lahan di dua titik penting.
Distaru Makassar Dibubarkan Saat Segel Bangunan Vida View, Aliansi Fasum Fasos Harap Pemerintah Jangan Kalah
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Proyek Sekolah Rakyat Rp245 Miliar di Sinjai Disorot, Diduga Picu Kerusakan Jalan akibat Truk Over Tonase
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
"Ada dua lahan yang kami rencanakan untuk dibebaskan pada 2025, yaitu di Pantai Nipa-nipa dan di kawasan mangrove Kampung Baru," ungkapnya.
Dua lokasi ini dinilai strategis karena memiliki potensi daya tarik wisata alam yang besar.
Sebagai langkah awal, tim Disbudpar akan melakukan appraisal atau penilaian nilai tanah di kedua area tersebut.
Kegiatan appraisal ini bertujuan untuk menentukan nilai lahan yang akan diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025.
"Kami berencana segera turun langsung ke lokasi untuk penilaian lahan, sehingga anggaran dapat dihitung dan diajukan sesuai rencana," tambah Julizar.
Dalam perencanaan jangka panjang, pembebasan lahan ini bukan hanya untuk menambah ruang wisata tetapi juga untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang mendukung pariwisata.
"Dengan adanya lahan yang memadai, kami bisa membangun fasilitas yang lebih baik dan mempercantik akses ke tempat-tempat wisata," jelasnya.
Menurut Julizar, peningkatan kualitas dan akses wisata akan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Selain dua titik lahan tersebut, Julizar mengungkapkan bahwa Disbudpar memiliki beberapa area lain yang potensial untuk dikembangkan. Namun, fokus utama saat ini adalah Pantai Nipa-nipa dan kawasan mangrove Kampung Baru.
"Kami perlu memprioritaskan agar sektor lain juga dapat dikembangkan secara berimbang," katanya,
Menyiratkan bahwa pembangunan pariwisata harus sejalan dengan pengembangan sektor-sektor lain di Kabupaten PPU. (adv/kominfoppu)





