SINJAI, Beritabenua—Dinamika kontestasi jelang Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Sinjai mulai memanas. Di tengah menguatnya dukungan terhadap sejumlah figur, kini muncul poros baru bernama “Kebangkitan Pemuda” yang digagas aktivis muda lintas organisasi kepemudaan di Kabupaten Sinjai.
Poros tersebut hadir dengan membawa semangat persatuan dan pemberdayaan potensi pemuda daerah. Sejumlah organisasi yang mulai membangun komunikasi dalam poros ini di antaranya kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII), serta Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Sinjai.
Sinjai Melawan: AMPERA SINJAI Menyulut Api Perlawanan Rakyat terhadap Tambang Emas
Arrang Saz • 7 bulan lalu
Berita Terkini
Poster ‘Tolak Tambang’ Guncang DPRD Sinjai, Paripurna Jadi Panggung Protes
Arrang Saz • 10 bulan lalu
Berita Terkini
Mereka menilai KNPI harus kembali menjadi ruang pengabdian dan konsolidasi pemuda, bukan sekadar arena kepentingan kelompok tertentu.
Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Sinjai, Haidir, mengatakan KNPI ke depan harus lebih dekat dengan persoalan riil yang dihadapi generasi muda, mulai dari lapangan kerja, ruang kreativitas, literasi digital hingga pemberdayaan pemuda desa dan pesisir.
Haruskah Menunggu Kehancuran Datang Lebih Dulu, Kemudian Teriak Menolak?
Babon Mpa • 11 bulan lalu
Opini
UMSi Perkuat Reputasi Akademik: Magister Administrasi Publik Raih Akreditasi 'Baik Sekali'
Riska Amalianti • 12 bulan lalu
Berita Terkini
“KNPI Sinjai jangan terjebak pada politik organisasi yang hanya berputar di elit. Pemuda Sinjai punya banyak potensi, tetapi sering kali tidak mendapat ruang. Karena itu kami hadir membawa semangat kebangkitan pemuda,” ujar Haidir, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, KNPI juga harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh organisasi kepemudaan tanpa sekat kelompok maupun kepentingan tertentu.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Sinjai, Harul Mutahir, menilai momentum Musda KNPI harus dijadikan ruang memperkuat nasionalisme dan persatuan pemuda di Kabupaten Sinjai.
Ia menegaskan pemuda tidak boleh terpecah hanya karena ego organisasi maupun kepentingan kelompok.
“KNPI harus menjadi rumah besar pemuda Sinjai tanpa membedakan latar belakang organisasi. Spirit nasionalisme dan persatuan harus menjadi fondasi utama agar pemuda Sinjai bisa bersama-sama mendorong kemajuan daerah,” katanya.
Harul juga menilai tantangan generasi muda saat ini membutuhkan kolaborasi yang kuat agar pemuda tidak kehilangan arah di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan perkembangan digital yang semakin cepat.
Hal senada disampaikan Ketua DPC AMII Sinjai, Saeful. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan pemuda yang progresif, revolusioner, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pemuda harus tampil sebagai motor perubahan sosial yang mampu membawa gagasan besar bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan moral generasi muda.
“Pemuda dan nilai agama harus berjalan beriringan. KNPI ke depan membutuhkan kepemimpinan yang progresif, revolusioner, serta mampu menghadirkan gerakan pemuda yang berpihak pada kepentingan rakyat dan pembangunan moral generasi muda,” ujarnya.
Meski mulai diperbincangkan sebagai kekuatan baru menjelang Musda KNPI Sinjai, poros “Kebangkitan Pemuda” mengaku belum menentukan figur yang akan diusung.
Namun, mereka menegaskan kandidat yang nantinya mendapat dukungan harus memiliki rekam jejak yang baik, mampu menyatukan pemuda Sinjai, dan tidak menjadikan KNPI sebagai kendaraan politik pribadi.
“Kami belum bicara soal nama. Tetapi figur yang akan kami dukung harus punya rekam jejak kerja, mampu menyatukan pemuda Sinjai, dan tidak menjadikan KNPI hanya sebagai komoditas kepentingan tertentu,” tegas Haidir.
Kemunculan poros baru ini dinilai menjadi sinyal bahwa peta dukungan menjelang Musda KNPI Sinjai mulai bergerak dinamis. Jika sebelumnya dukungan terhadap figur tertentu lebih mendominasi ruang publik, kini mulai muncul kelompok yang mendorong pertarungan gagasan dan arah masa depan kepemudaan di Kabupaten Sinjai.





