SINJAI, Beritabenua — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syafi’i Ma’arif Cabang Sinjai dijadwalkan melaksanakan kegiatan pemutaran film dan diskusi publik bertajuk “Kolonialisme di Zaman Kita” pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 20.00 WITA di Ruang Pola Kantor Bupati Lama Sinjai.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan film Pesta Babi sebagai bahan refleksi dan kajian kritis terkait isu kemanusiaan, eksploitasi sumber daya alam, serta persoalan masyarakat adat di Papua.
Gagas Tema Kolonialisme Modern, HMI Sinjai Putar Film “Pesta Babi”
Arrang Saz • sekitar 1 jam lalu
Berita Terkini
Tersangka Diduga Hilang dari Pengawasan, Keluarga Korban Desak Evaluasi Total Polsek Makassar
BeritaBenua.com • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
Pelaksanaan agenda ini turut menjadi perhatian publik menyusul adanya penolakan dan pembubaran kegiatan serupa di beberapa daerah lain.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sinjai tetap memberikan ruang bagi berlangsungnya forum diskusi tersebut.
Gudang Farmasi di Dg.Tata Viral, KPPM: Pak Wali Cuman Gusur, Perda Dalam Kota lupa Ditegakkan
BeritaBenua.com • sekitar 22 jam lalu
Berita Terkini
Mahasiswa KKN 78 UINAM Gelar Ramah Tamah, Desa Lebbo Tengae: Rumah Kedua
Asmayanti • sekitar 24 jam lalu
Berita Terkini
Ketua HMI Komisariat Syafi’i Ma’arif Cabang Sinjai, Muflihin, menyampaikan apresiasi terhadap sikap pemerintah yang dinilai mendukung iklim demokrasi dan kebebasan akademik di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan ini murni sebagai ruang diskusi dan refleksi sosial, bukan agenda politik ataupun bentuk provokasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap kritis terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut rencana, kegiatan akan dikemas dalam suasana terbuka, tertib, dan bernuansa intelektual dengan melibatkan mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum sebagai peserta diskusi.
Melalui forum tersebut, HMI berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi, tradisi dialog, serta peningkatan kesadaran kritis generasi muda terhadap isu-isu sosial kontemporer.





