MAROS, Beritabenua— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar acara ramah tamah sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian mereka di Desa Lebbotengae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Senin (11/5/2026).
Acara ini menjadi momen saling mengapresiasi dan memohon maaf antara Mahasiswa dan Masyarakat setempat. Adapun penampilan-penampilan seperti Tari paduppa dan Shalawat, yang dibawakan oleh anak-anak hingga remaja di desa tersebut.
Koalisi mahasiswa Sulawesi Selatan: Lapas Bollangi Tidak Steril, Pindahkan Bandar Narkoba ke Nusakambangan
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini

Koordinator KKN Desa Lebbotengae, Izzul Mukminin, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Lebbo Tengae. Ia menyebutkan bahwa meskipun awalnya sempat merasa khawatir karena perbedaan budaya, keramahan warga dan bimbingan dari perangkat desa berhasil menghapus rasa takut tersebut.
"Desa Lebbotengae telah berhasil membuat kami jatuh cinta. Pak Desa dan kakak-kakak Karang Taruna mengarahkan kami dengan penuh kasih sayang," ujarnya.
Pembangunan Dapur MBG di Turungan Baji Mulai Dilaksanakan
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
Pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Turungan Baji Hampir Rampung
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
Izzul menegaskan bahwa desa Lebbo Tengae kini dianggap sebagai desa kedua bagi para mahasiswa, ia juga menyebut warga desa sebagai orang tua kedua yang telah membimbing mereka selama proses belajar di lapangan.
Sementara itu, Kepala Desa Lebbo Tengae, Suryanto Indra, S.M. memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran para mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa program-program di bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial yang dijalankan mahasiswa sangat membantu warga.
"Kehadiran kalian selama 45 hari telah memberikan warna tersendiri bagi desa kami," ungkap Pak Desa.
Ia juga menegaskan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari persaudaraan yang baru. Mewakili warga, ia meminta maaf jika selama masa KKN terdapat kekurangan atau tingkah laku masyarakat yang kurang berkenan dan mendoakan agar para mahasiswa sukses menjadi pemimpin masa depan yang amanah.
Acara ditutup dengan permohonan maaf dari pihak mahasiswa atas kesalahan tutur kata maupun perbuatan selama di lokasi. Sebagai bentuk cinta kepada desa, mahasiswa berjanji untuk tetap menjaga silaturahmi dengan warga.
"Dari desa untuk bangsa," tutup Kordes mengakhiri sambutannya.





