MAKASSAR, Beritabenua — Koalisi Mahasiswa Sulawesi Selatan melontarkan desakan keras kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI menyusul mencuatnya dugaan praktik peredaran narkotika dan setoran dari warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Bollangi, Kabupaten Gowa.

Pembangunan Dapur MBG di Turungan Baji Mulai Dilaksanakan
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Koordinator Koalisi Mahasiswa Sulsel, Nuramin, menilai dugaan tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena berpotensi menunjukkan adanya jaringan narkotika yang masih beroperasi dari dalam lembaga pemasyarakatan.
Pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Turungan Baji Hampir Rampung
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Kades Turungan Baji Ikuti Retreat Kepemimpinan di Rindam XIV/Hasanuddin
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Menurutnya, lapas yang seharusnya menjadi tempat pembinaan justru dikhawatirkan berubah menjadi ruang aman bagi dugaan pengendalian peredaran narkoba apabila tidak segera ditindak secara serius.
“Kami melihat ini sebagai persoalan serius. Kalau benar ada dugaan peredaran narkoba dan praktik setoran dari dalam lapas, maka itu adalah bentuk kegagalan pengawasan yang tidak boleh dibiarkan,” tegas Nuramin kepada wartawan, Sabtu.
Ia mengatakan pihaknya sengaja hanya menyebut inisial warga binaan yang diduga terlibat, yakni SA, AA, A.A, AM, dan R alias S, sebagai bentuk kehati-hatian serta penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah.
Namun demikian, kata dia, pihak internal lapas dinilai mengetahui identitas para warga binaan yang dimaksud, termasuk blok dan kamar tempat mereka berada.
“Pegawai lapas tentu tahu siapa yang kami maksud. Kami sengaja tidak membuka identitas lengkap karena menghormati proses hukum. Tetapi substansi persoalannya harus diusut tuntas,” ujarnya.
Koalisi Mahasiswa Sulsel mendesak Kementerian Imipas RI segera mengambil tindakan tegas dengan memindahkan para warga binaan yang disebut dalam pemberitaan ke Lapas Nusakambangan guna memutus dugaan jaringan, pengaruh, dan akses komunikasi dari dalam lapas.
“Kalau memang mereka diduga masih memiliki kendali jaringan dari dalam lapas, maka segera pindahkan ke Nusakambangan. Negara tidak boleh kalah dengan jaringan narkotika,” katanya.
Selain mendesak pemindahan narapidana, Koalisi Mahasiswa Sulsel juga meminta dibentuknya tim investigasi independen yang melibatkan aparat penegak hukum untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum petugas lapas maupun dugaan aliran setoran yang disebut dalam berbagai informasi yang beredar.
Mereka menilai transparansi penanganan perkara sangat penting agar kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan tidak semakin merosot.
Nuramin juga memperingatkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran apabila dalam waktu lima hari kerja tidak ada langkah konkret dari pemerintah maupun aparat terkait.
“Kalau dalam lima hari kerja tidak ada tindakan nyata, kami akan turun mengepung secara damai Lapas Narkotika Bollangi dan Kanwil Imipas Sulsel. Ini bukan ancaman, tetapi bentuk tekanan moral agar persoalan ini tidak ditutup-tutupi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemberantasan narkotika tidak akan pernah maksimal apabila dugaan praktik peredaran dari dalam lapas tidak dibongkar secara serius dan transparan.
“Jangan sampai lapas justru menjadi pusat kendali narkoba. Kalau negara ingin serius perang melawan narkotika, maka pembenahan lembaga pemasyarakatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.





