SINJAI, Beritabenua, – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS) Bulupoddo menyoroti ketidakproduktifan Sentra Besi yang berada di Kecamatan Bulupoddo.
Program yang seharusnya menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal ini justru dinilai tidak optimal dan tidak memberikan manfaat signifikan bagi warga sekitar.
Hadiri Rakorda Program Bangga Kencana 2026, Kepala DPPKB Makassar Perkuat Komitmen Pembangunan Keluarga Berkualitas
BeritaBenua.com • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
Audiensi DPPKB Kota Makassar Bersama Melinda Aksa Munafri, Perkuat Sinergi Pembangunan Keluarga
BeritaBenua.com • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
Ketua DPC HIPPMAS Bulupoddo, Aditya Adlu Rahman menyampaikan bahwa mayoritas pekerja di Sentra Besi tersebut berasal dari Kecamatan Sinjai Utara.
Hal ini menjadi persoalan karena tenaga kerja lokal di Bulupoddo tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkembang dalam industri ini.
Pastikan Layanan Gizi, DPPKB Makassar Tinjau SPPG di Kelurahan Bangkala
BeritaBenua.com • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
Wujud Komitmen Pelayanan, DPPKB Makassar Tinjau Dapur SPPG
BeritaBenua.com • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
“Seharusnya Sentra Besi Bulupoddo bisa menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan keterampilan dan perekonomian mereka. Namun kenyataannya, mayoritas pekerja justru diambil dari Sinjai Utara, yang notabene sudah memiliki pengalaman sebagai pandai besi dan lebih memilih bekerja di rumah mereka sendiri ketimbang di Sentra Besi Bulupoddo,” ungkapnya. Minggu (16/2).
Aditya juga menambahkan bahwa, dampak dari tidak diberdayakannya masyarakat sekitar untuk andil dalam pengelolaan ini mengakibatkan kurang optimalnya produktivitas Sentra Besi di Kecamatan Bulupoddo.
Selain itu, HIPPMAS Bulupoddo juga menyoroti kurangnya upaya pemerintah dalam memberdayakan tenaga kerja lokal serta memastikan bahwa keberadaan Sentra Besi ini benar-benar berdampak positif bagi masyarakat setempat.
“Jika kondisi ini terus berlanjut, maka tujuan utama dari pembangunan ini akan sia-sia. Kami mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret agar masyarakat Bulupoddo bisa lebih diberdayakan,” tambahnya.
Pihaknya juga mengaku akan berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan mendorong pihak terkait agar segera mengambil tindakan yang lebih efektif demi kesejahteraan masyarakat Bulupoddo.





