SINJAI, Beritabenua– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati September Hitam di Tugu Bambu Sinjai, Jl. Persatuan Raya, Selasa (30/9/2025).
Aksi tersebut diikuti belasan mahasiswa sebagai bentuk refleksi dan pengingat terhadap berbagai peristiwa kelam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia, khususnya yang kerap dikenang pada bulan September.
Aliansi Suara Keadilan Serukan Putusan PN Gowa Berdasarkan Hukum dan Fakta Persidangan
NURrr Aminn • sekitar 21 jam lalu
Berita Terkini
Rumah Warga Turungan Baji Roboh Tertimpa Pohon, Pemuda Minta Pemda Sinjai Hadir
BeritaBenua.com • 5 hari lalu
Berita Terkini
Dalam orasinya, Nabil selaku Koordinator Lapangan menegaskan bahwa sampai hari ini masih banyak kasus pelanggaran HAM yang belum menemukan titik terang. Ia mencontohkan tragedi penculikan dan pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib pada 7 September 2004, yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar terkait dalang utama di balik peristiwa tersebut.
Selain itu, Nabil juga menyinggung kasus Tragedi Tanjung Priok (12 September 1984) yang menewaskan puluhan warga akibat tindakan represif aparat. Begitu pula dengan Tragedi Semanggi I (11–13 November 1998) yang dipicu oleh rangkaian aksi mahasiswa menolak Sidang Istimewa MPR pasca-Reformasi, yang meskipun bukan terjadi di bulan September, namun masih dalam rangkaian pelanggaran HAM berat era transisi demokrasi.

Jelang HUT RI ke-81, Warga di Turungan Baji Sinjai Barat Justru Sibuk Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
BeritaBenua.com • 9 hari lalu
Berita Terkini
Momentum September Hitam juga erat kaitannya dengan Tragedi 30 September 1965 (G30S/PKI), yang diikuti dengan gelombang kekerasan massal terhadap ratusan ribu masyarakat Indonesia yang dituduh terlibat maupun bersimpati dengan PKI. Hingga kini, banyak korban maupun keluarganya masih menuntut pengakuan negara dan pemulihan hak-hak mereka.
“Kasus-kasus ini membuktikan bahwa keadilan di negeri ini masih jalan di tempat. Kita datang untuk mengingatkan negara agar tidak abai. Jangan lagi ada aktivis, mahasiswa, atau masyarakat yang menjadi korban kekerasan atas nama keamanan,” tegas Nabil dalam orasinya.
Ia juga menekankan kepada aparat kepolisian dan aparat keamanan agar menghentikan tindakan represif terhadap mahasiswa maupun aktivis yang menyuarakan aspirasi rakyat.
Melalui aksi ini, HMI Cabang Sinjai menyerukan agar negara menegakkan keadilan dalam bentuk apa pun, tanpa pandang bulu, demi menegakkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.





