SINJAI, Beritabenua- Terobosan demi terobosan terus ditunjukkan Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sinjai Timur di tahun kedua kepemimpinan Musrafil. Kali ini, mereka menggandeng Karang Taruna Mangrove Desa Tongke-Tongke untuk menggelar Gerakan Jelajah Sampah Pesisir, sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi lingkungan pesisir yang kian terancam pencemaran.
Silaturahmi ke Sekretariat Tani Merdeka, Bupati Sinjai Harap Kerja Sama MBG
BeritaBenua.com • sekitar 3 jam lalu
Berita Terkini
RDTR Diabaikan, PMII Nilai Dinas PUPR Sinjai Gagal Kendalikan Pembangunan
Arrang Saz • sekitar 19 jam lalu
Berita Terkini
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, di wilayah pesisir Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Gerakan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, serta diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopincam Sinjai Timur, Pemerintah Desa Tongke-Tongke, organisasi kemahasiswaan, organisasi pelajar, hingga masyarakat setempat.
Operasi Pencarian Berakhir, Nelayan Asal Sinjai Ditemukan Meninggal di Perairan Bulukumba
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Dari Warisan Leluhur ke Tren Urban: Cafe Jamu Indonesia Diresmikan di PIK 2
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Dalam sambutannya, Andi Mahyanto Mazda menegaskan pentingnya gerakan kolaboratif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir. Ia menyoroti tingginya sebaran sampah di Desa Tongke-Tongke dan berharap kegiatan Jelajah Sampah Pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berjenjang.
“Sinjai harus kita pelihara keindahannya. Kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari rumah tangga,” ujarnya.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sinjai Timur, Musrafil, yang ditemui di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa Jelajah Sampah Pesisir merupakan bentuk empati terhadap wilayah pesisir yang mengalami pencemaran akibat limbah sampah yang terus meningkat.
“Ini adalah gerakan edukatif agar masyarakat semakin terdidik dan memiliki kesadaran menjaga lingkungan,” kata Musrafil.
Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Mangrove Desa Tongke-Tongke, Faisal Setiawan, menuturkan bahwa kolaborasi ini merupakan kekuatan penting dalam memerangi persoalan sampah yang kian memprihatinkan.
“Kami berharap kegiatan ini bukan yang terakhir di Tongke-Tongke. Ke depan, Karang Taruna berkomitmen menjadikan Tongke-Tongke sebagai desa nol sampah,” ungkapnya.
Gerakan Jelajah Sampah Pesisir ini dirangkaikan dengan sejumlah agenda, mulai dari apel bersama, pembersihan dan pemilahan sampah, penimbangan, hingga penjualan sampah. Musrafil menambahkan bahwa kegiatan ini mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui prinsip reduce, reuse, recycle (kurangi, guna ulang, dan daur ulang).
“Ini selaras dengan prinsip Islam Berkemajuan yang diusung Pemuda Muhammadiyah dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi umat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Musrafil juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai yang telah memfasilitasi kegiatan. DLHK menurunkan tim pemilahan dan penimbangan, sementara sampah bernilai ekonomis dibeli langsung oleh Bank Sampah Induk DLHK Sinjai.
Dari hasil kegiatan, tercatat sebanyak 108 trash bag sampah berhasil dikumpulkan, dengan rincian 200 kilogram sampah residu dan 50 kilogram sampah layak jual.
“DLHK adalah mitra strategis yang terus mendukung upaya pengelolaan lingkungan di Kabupaten Sinjai,” pungkas Musrafil.





