MAKASSAR, Beritabenua– Pemerintah Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Hal ini ditegaskan dalam audiensi panitia pelaksana Konservasi Mangrove Cam yang diterima langsung oleh jajaran pimpinan kota di ruang kerja Wakil Walikota Makassar, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu (24-26 April 2026), dipandang sebagai langkah strategis dalam mempertahankan ruang hijau di tengah pesatnya pembangunan Kota Makassar sebagai kota metropolitan.
Uji Keabsahan Sertifikat Tanah, Ahli HAN Andi Cibu Paparkan Prinsip AUPB di PTUN Makassar
BeritaBenua.com • sekitar 11 jam lalu
Berita Terkini
Panrita Literasi dan UIAD Sinjai Gelar Perayaan Hari Buku Sedunia
Arrang Saz • sekitar 12 jam lalu
Berita Terkini
Wakil Walikota Makassar, Hj. Aliyah Mustika Ilham, S.E., M.A.P., yang hadir memimpin audiensi, menyampaikan bahwa Pemkot Makassar sangat mengapresiasi gerakan swadaya yang fokus pada pelestarian alam. Menurutnya, keberadaan mangrove sangat krusial bagi keamanan pesisir dari abrasi.
"Sebagai kota metropolitan, Makassar masih memiliki ruang hijau yang harus kita pelihara bersama. Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk edukasi masyarakat dan pelestarian lingkungan," tegas Aliyah.
Melalui PM Distribusi dan Feeder OLT, PLN Icon Plus Pastikan Layanan Tetap Optimal di Mandai Makassar
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Optimalisasi Jaringan Digital: Preventif Maintenance OLT Huawei di Graha Praja Antang Manggala
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Guna memastikan kelancaran acara, Pemkot telah menginstruksikan koordinasi intensif antara panitia dengan instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Makassar yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, Anwar R. Nanring selaku perwakilan panitia dari komunitas pecinta alam, menjelaskan bahwa acara ini mengusung misi edukasi yang lebih luas. Selain menanam bibit mangrove, peserta akan dibekali pelatihan pembuatan eco enzyme.
"Kami ingin peserta tidak hanya sekadar menanam, tapi pulang membawa keterampilan praktis seperti inovasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui eco enzyme. Ini adalah langkah kecil yang bisa berdampak besar bagi lingkungan sehari-hari," jelas Anwar.
Ketua Panitia, wahyu mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas sambutan hangat dari pihak pemerintah. Ia menyebutkan bahwa dukungan moral dan teknis dari pemerintah menjadi suntikan semangat bagi seluruh tim yang terlibat.
"Audiensi kemarin berjalan sangat baik. Kami siap memaksimalkan seluruh rangkaian kegiatan demi memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir Makassar. Terima kasih atas dukungan penuh Pemkot," ungkap Wahyu.
Kegiatan Konservasi Mangrove Camp 2026 ini diharapkan mampu menarik minat ratusan relawan dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis lingkungan, mahasiswa, hingga kelompok keluarga, guna memperkuat visi Makassar sebagai kota hijau yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat, pelajar, maupun komunitas yang ingin berkontribusi langsung dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan ini, panitia telah membuka pendaftaran secara daring. Seluruh peserta dapat mendaftarkan diri dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan kegiatan melalui tautan berikut:
https://bit.ly/HBS2026
Mari menjadi bagian dari perubahan untuk pesisir Makassar yang lebih hijau dan berkelanjutan!





