SINJAI, Beritabenua - Putri, anak sebelas tahun yang menderita penyakit penyumbatan pada usus setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Wahidin Makassar selama dua minggu dan telah dioperasi dua kali selama dirawat, menghembuskan napas terakhirnya jelang magriba. Sabtu (27/06/2026) sore kemarin.
Diketahui, Putri merupakan anak dari Hasir dan Rismawati yang masing-masing berdomisili di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Menjelang Musda, Tokoh Muda Golkar Siap Mobilisasi Massa untuk IAS di Sulsel
BeritaBenua.com • sekitar 23 jam lalu
Berita Terkini
PESERTA LATSARMIL KOPDES DAN KAMPUNG NELAYAN MENINGGAL: NEGARA HARUS BERTANGGUNG JAWAB, EVALUASI MENYELURUH TIDAK DAPAT DITUNDA
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Putri diketahui sebagai siswi SD 239 Laha-Laha, kelas V, berprestasi dan telah mengikuti banyak kegiatan sekolah sebelum ia sakit.
Sempat viral karena ditandu menggunakan sarung saat sakit. Kemarin malam mayatnya berangkat dari Makassar menggunakan mobil ambulance dan tiba di Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji sekitar pukul 1:30 Wita dini hari kemudian mayatnya kembali ditandu menuju rumah tempat tinggalnya di Dusun Tonrong.
PELANTIKAN PENGURUS BESAR IPMS RESMI DIGELAR, PERKUAT KOMITMEN MENCETAK PEMUDA BERDAYA SAING
NURrr Aminn • 1 hari lalu
Berita Terkini
Bapenda Makassar Kenalkan Inovasi Pembayaran Pajak Digital Melalui Lontara Plus
Xiao Huli • 3 hari lalu
Berita Terkini
Karena akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat mayat Putri terpaksa ditandu oleh keluarga dan warga sejauh dua kilometer menggunakan Sarung.
"Iye ini kebetulan ponakan saya dan sudah lama dirawat di rumah sakit Wahidin Makassar, kemarin menjelang magrib saya ditelepon oleh neneknya bahwa ponakan saya ini sudah tidak ada (meninggal)“ kata Syamsul.
Karena jalan tanah licin dan berlumpur akibat hujan sehingga mobil tidak bisa masuk dan mayatnya terpaksa ditandu.
“Mauatnya telah kami tandu menggunakan sarung dan bambu sejauh dua kilometer dan melewati jembatan dan jalan bebatuan dan sebagian jalan tanah“ jelas Syamsul.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat.
"Saya berduka namun juga bersyukur dan terimakasih kepada semua masyarakat luas dan juga keluarga dekat banyak yang mendoakan ponakan saya ini karena viral di sosial media termasuk Facebook“ ujar Syamsul.





