Makassar, Beritabenua – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, memperkenalkan inovasi PAMUNGKAS (Pajak Mulia Membangun Kota Makassar) sebagai strategi untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui penguatan akurasi data, digitalisasi layanan perpajakan, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, Senin (13/7/2026).
Andi Asminullah menyampaikan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi bersama untuk membangun Kota Makassar yang lebih maju, nyaman, dan berdaya saing.
HLM TP2DD Digelar, Gubernur Minta OPD Percepat Digitalisasi Retribusi
Xiao huli • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
87 ASN Ikuti MTQ Korpri Kaltara 2026, Siapkan Kafilah Terbaik ke Tingkat Nasional
Xiao huli • sekitar 7 jam lalu
Berita Terkini
Ia menjelaskan, optimalisasi penerimaan PBB-P2 masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya validitas data objek dan subjek pajak yang belum sepenuhnya akurat serta akses layanan perpajakan yang belum merata di seluruh wilayah Kota Makassar.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Bapenda Kota Makassar menghadirkan inovasi PAMUNGKAS yang dibangun melalui tiga pilar utama.
Semangat Harkopnas ke-79, Wagub Ingin Koperasi Kaltara Makin Maju
Xiao huli • sekitar 8 jam lalu
Berita Terkini
Gubernur Resmikan Patriot Muda, Perkuat Pembinaan Generasi Muda Kaltara
Xiao huli • sekitar 8 jam lalu
Berita Terkini
Pilar pertama adalah Pemutakhiran Data Lapangan, yakni melakukan pembaruan data objek dan subjek pajak secara langsung untuk memastikan basis data perpajakan yang akurat, mutakhir, dan dinamis.
Pilar kedua adalah Layanan Cetak Mandiri e-SPPT, yang memungkinkan masyarakat mencetak SPPT PBB-P2 melalui aplikasi mobile maupun website. Layanan ini telah terintegrasi dengan berbagai kanal pembayaran sehingga proses pembayaran pajak menjadi lebih cepat, mudah, dan dapat diakses kapan saja.
Sementara itu, pilar ketiga adalah Optimalisasi Agen Komunitas Canvasser, yaitu pemberdayaan agen komunitas sebagai penggerak literasi perpajakan di tengah masyarakat sekaligus mendukung proses pengumpulan data perpajakan di lapangan.
Melalui implementasi ketiga pilar tersebut, Bapenda Kota Makassar menargetkan terciptanya proses kerja birokrasi yang lebih efisien, proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih akurat, serta kemudahan akses layanan perpajakan bagi masyarakat tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Andi Asminullah menegaskan bahwa PAMUNGKAS bukan sekadar inovasi untuk meningkatkan pendapatan daerah, melainkan wujud komitmen Bapenda Kota Makassar dalam menghadirkan keadilan fiskal, pelayanan publik yang inklusif, serta mendorong transformasi digital guna mewujudkan Kota Makassar yang semakin maju, modern, dan mandiri.





