MAKASSAR, Beritabenua - Salah satu kader Gerakan Solidaritas Mahasiswa Merdeka (GSMM) melontarkan kritik keras terhadap pemerintah pusat yang dinilai telah gagal menjalankan amanah konstitusi dalam menjamin kehidupan yang layak dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bapenda Makassar Perkuat Kolaborasi Antardaerah Tingkatkan Tata Kelola Perpajakan
NURrr Aminn • 2 hari lalu
Berita Terkini
KKN UNHAS Demonstrasikan Pembuatan Alat Tebar Pupuk Sederhana bagi Petani Desa Nipa-Nipa
Arrang Saz • sekitar 9 jam lalu
Berita Terkini
Dalam pernyataannya, kader GSMM tersebut menyoroti realitas sosial yang kian memprihatinkan, di mana kemiskinan masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa kasus seorang ayah yang terpaksa mencuri demi memberi makan keluarganya, hingga berujung kehilangan nyawa, bukanlah sekadar peristiwa kriminal biasa melainkan bukti konkret kegagalan negara dalam memenuhi tanggung jawab dasarnya.
Bermodal Rekaman CCTV, Tim Resmob Polres Sinjai Ringkus Lima Terduga Pelaku Pelemparan Pos Satpol PP
Arrang Saz • sekitar 10 jam lalu
Berita Terkini
KKN Unhas Bentuk Komunitas WANUATA untuk Wadah Pemberdayaan Pemuda Desa Lamatti Riattang
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
“Ketika rakyat harus mencuri untuk bertahan hidup, itu bukan semata kesalahan individu, melainkan kegagalan sistem. Negara seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan absen hingga rakyatnya mati dalam keputusasaan,” tegas Ipul, Senin (37/7/26).
Ipul menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat, buruknya distribusi kesejahteraan, serta minimnya perlindungan terhadap kelompok rentan. Selain itu, lemahnya penegakan hukum juga memperparah situasi, di mana tindakan main hakim sendiri masih terjadi tanpa kontrol yang tegas dari aparat.
Lanjut ipul, GSMM mengkritik sikap pemerintah yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Di tengah kesulitan ekonomi yang melanda masyarakat, pemerintah justru dianggap lebih sibuk dengan agenda seremonial dan kepentingan elit, dibandingkan menghadirkan solusi nyata.
“Janji kesejahteraan yang selalu digaungkan hanya menjadi retorika kosong. Sementara di lapangan, rakyat terus berjuang sendiri tanpa kehadiran negara yang nyata,” lanjutnya.
Sebagai bentuk sikap, GSMM mendesak pemerintah pusat untuk segera mengevaluasi kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat kecil.
GSMM menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan dan menyuarakan kepentingan masyarakat yang terpinggirkan.





