PENAJAM, Beritabenua.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sedang fokus padaa revitalisasi area ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam. Hal ini untuk mengembangkan destinasi wisata berbasis lingkungan sekaligus memberikan nilai edukasi bagi masyarakat.
Kepala Disbudpar PPU Andi Israwati Latief mengatakan, proyek tersebut saat ini telah mencapai progres 25 persen.
Distaru Makassar Dibubarkan Saat Segel Bangunan Vida View, Aliansi Fasum Fasos Harap Pemerintah Jangan Kalah
BeritaBenua.com • sekitar 12 jam lalu
Berita Terkini
Proyek Sekolah Rakyat Rp245 Miliar di Sinjai Disorot, Diduga Picu Kerusakan Jalan akibat Truk Over Tonase
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
"Pekerjaan revitalisasi berjalan sesuai dengan jadwal, dan kami menargetkan penyelesaian akhir tahun ini," kata Andi.
Program revitalisasi ini tidak hanya memprioritaskan penataan kawasan menjadi lebih menarik secara estetika, tetapi juga memperkenalkan kepada para pengunjung tentang pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Pengunjung akan diberikan kesempatan untuk memahami berbagai spesies mangrove yang hidup di sana, beberapa di antaranya bahkan telah berusia ratusan tahun.
Oknum Dishub Dilaporkan ke Polrestabes Makassar Usai Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur dan Ayahnya
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Semangat Basamo Bajaso,Basamo Basuo Bukber Alumni Farmasi Unand Himpun Puluhan Juta Rupiah untuk Korban Banjir Padang
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Selain itu, dia berharap program ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.
"Kami optimis revitalisasi ini akan mendukung pertumbuhan PAD Kabupaten PPU," ungkapnya.
Disbudpar PPU juga menggandeng kelompok masyarakat, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kampung Baru, untuk ikut serta dalam pengelolaan kawasan ekowisata mangrove untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat sekaligus memperkuat promosi wisata yang berkelanjutan.
Terkait dengan akses masuk, Andi menambahkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan penggunaan sistem tiket otomatis sebagai upaya pemeliharaan dan pengelolaan yang lebih efisien.
"Kami akan mengatur sistem tiket otomatis ini agar kawasan mangrove dapat terus terpelihara dengan baik," tutupnya. (adv/kominfoppu)





