SINJAI, Beritabenua—Warga Lingkungan Cenning, Kelurahan Lamatti Rilau, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, mengeluhkan kerusakan jalan lingkungan yang diduga disebabkan oleh aktivitas kendaraan pengangkut material pembangunan Sekolah Rakyat di Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.
Sejak proyek pembangunan tersebut berjalan, intensitas kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir, batu, dan semen dilaporkan meningkat dan kerap melintas di jalan lingkungan warga. Aktivitas pengangkutan material bahkan disebut berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Oknum Dishub Dilaporkan ke Polrestabes Makassar Usai Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur dan Ayahnya
BeritaBenua.com • sekitar 4 jam lalu
Berita Terkini
Semangat Basamo Bajaso,Basamo Basuo Bukber Alumni Farmasi Unand Himpun Puluhan Juta Rupiah untuk Korban Banjir Padang
BeritaBenua.com • sekitar 7 jam lalu
Berita Terkini
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kendaraan pengangkut material diduga membawa muatan melebihi kapasitas sehingga mempercepat kerusakan badan jalan.
“Beberapa titik jalan sudah mulai retak, permukaannya terkelupas, bahkan ada bagian yang mulai amblas karena sering dilalui kendaraan berat,” ujarnya, Minggu (9/3/2026).
Peringati Nuzulul Qur’an, Desa Tompobulu Hidupkan Semangat Qurani Lewat MTQ Tingkat Desa
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Dari Kampus ke Masyarakat: Tim Dosen UMI Ajak Generasi Muda Peka terhadap Kondisi Sosial Warga Mamajang
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju permukiman, tempat usaha, serta berbagai fasilitas umum. Kondisi jalan yang rusak dinilai mulai mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Selain itu, lalu lintas kendaraan proyek juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Warga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pekerja proyek agar kendaraan yang digunakan memperhatikan batas muatan serta dampaknya terhadap kondisi jalan lingkungan. Namun hingga saat ini, masyarakat menilai belum ada langkah konkret dari pihak pelaksana proyek terkait kerusakan jalan tersebut.

Nampak jalan rusak, dikeluhkan warga.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak mencapai Rp245 miliar. Lokasi proyek yang memiliki luas sekitar 7,5 hektare saat ini tampak dikelilingi pagar seng sebagai pembatas area pembangunan.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, terpadu, serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Meski demikian, sejumlah warga berharap pelaksanaan pembangunan proyek tersebut tetap memperhatikan kondisi infrastruktur lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan dampak kerusakan bagi masyarakat.
Warga menilai pembangunan fasilitas pendidikan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat seharusnya juga diiringi dengan upaya menjaga serta memelihara infrastruktur yang digunakan selama proses pembangunan berlangsung.
Sejumlah warga berharap pihak pelaksana proyek maupun pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, baik melalui pembatasan tonase kendaraan maupun melakukan perbaikan terhadap jalan yang mengalami kerusakan.
Apabila tidak segera ditangani, warga khawatir kerusakan jalan akan semakin parah dan berpotensi memicu protes masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai maupun pihak kontraktor pelaksana proyek, yakni PT Nindya Karya KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng, belum memberikan konfirmasi terkait keluhan warga tersebut.





