PENAJAM, Beritabenua.com – Masuknya Pantai Nipah-Nipah dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 membawa berbagai dampak positif, salah satunya meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) PPU Andi Israwati Latief mengatakan, Hal ini berdampak positif terhadap berbagai sektor, terutama dalam perputaran ekonomi lokal.
Antrean BBM dan Kelangkaan LPG 3 Kg Disorot, PMII Sulsel Desak Evaluasi Distribusi
Arrang Saz • sekitar 13 jam lalu
Berita Terkini
Tawarkan Energi Baru untuk Karang Taruna Sinjai, Ini Profil Iksan Bil Nazhari
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
“Dengan bertambahnya pengunjung, setiap hari aktivitas perdagangan di Pantai Nipah-Nipah terus meningkat,” ungkapnya Jumat, (11/10).
Dijelaskan penjual di Pantai Nipah-Nipah sudah mulai menggunakan layanan nontunai melalui QRIS untuk mengikuti perkembangan zaman dan mempermudah transaksi jual beli.
LPG dan BBM Langkah Di Sulsel, Presiden Mahasiswa UIT Makassar Soroti Kinerja Pemerintah
NURrr Aminn • 2 hari lalu
Berita Terkini
BEM UIT Resmi Dilantik untuk Periode 2026–2027, Usung Gerakan Mahasiswa Progresif dan Berdampak
NURrr Aminn • 3 hari lalu
Berita Terkini
“Walaupun penggunaan uang tunai belum dihilangkan sepenuhnya, perlahan-lahan kami meminimalisir itu dengan beralih ke uang digital,” jelas perempuan yang akrab disapa Andi Wati tersebut.
Disbudpar PPU juga terus mendorong inovasi dalam pengelolaan Panatai Nipah-Nipah agar menjadi pariwisata berkelanjutan dan lebih menarik minat agar jumlah pengunjung semakin meningkat.
Menurut Andi Wati, peningkatan pengunjung ini tidak hanya memberi dampak pada pedagang lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sekitar Pantai Nipah-Nipah.
“Kedepannya, kami berharap lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ikut terlibat, sehingga kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata ini juga semakin meningkat," tandasnya. (adv/kominfoppu)





