PENAJAM, Beritabenua.com – Masuknya Pantai Nipah-Nipah dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 membawa berbagai dampak positif, salah satunya meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) PPU Andi Israwati Latief mengatakan, Hal ini berdampak positif terhadap berbagai sektor, terutama dalam perputaran ekonomi lokal.
Komunitas Pintu Literasi, Duta Baca Kecamatan Tompobulu dan Duta Baca Sulawesi Selatan Berbagi Paket Sembako Duafa Ramadan
Rara • sekitar 10 jam lalu
Berita Terkini
Ratusan Pemuda Mahasiswa Islam Sulselbar: Kita Bukan Pesuruh Amerika!
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
“Dengan bertambahnya pengunjung, setiap hari aktivitas perdagangan di Pantai Nipah-Nipah terus meningkat,” ungkapnya Jumat, (11/10).
Dijelaskan penjual di Pantai Nipah-Nipah sudah mulai menggunakan layanan nontunai melalui QRIS untuk mengikuti perkembangan zaman dan mempermudah transaksi jual beli.
Aliansi Pemerhati Pajak Kota Makassar Soroti Pajak Mie Titi Panakkukang
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
“I Love You Bhayangkari”, Lagu Ciptaan Iptu Sukandi Tembus Kancah Musik Nasional
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
“Walaupun penggunaan uang tunai belum dihilangkan sepenuhnya, perlahan-lahan kami meminimalisir itu dengan beralih ke uang digital,” jelas perempuan yang akrab disapa Andi Wati tersebut.
Disbudpar PPU juga terus mendorong inovasi dalam pengelolaan Panatai Nipah-Nipah agar menjadi pariwisata berkelanjutan dan lebih menarik minat agar jumlah pengunjung semakin meningkat.
Menurut Andi Wati, peningkatan pengunjung ini tidak hanya memberi dampak pada pedagang lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sekitar Pantai Nipah-Nipah.
“Kedepannya, kami berharap lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ikut terlibat, sehingga kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata ini juga semakin meningkat," tandasnya. (adv/kominfoppu)





