SINJAI, Berutabenua- Masyarakat Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai, Barat Kabupaten Sinjai, lagi-lagi melakukan pengecoran jalan secara swadaya, Minggu (08/12/2024).
Masyarakat menyisir jalan yang dianggap membahayakan pengendara motor terutama anak sekolah di antaranya jalan berlumpur, licin dan berlubang saat musim hujan datang.
Birokrasi Mandek, HMI Tantang Nyali DPRD Sinjai Panggil Pemda Terkait Sengkarut Mutasi dan Rotasi Jabatan
Arrang Saz • sekitar 3 jam lalu
Berita Terkini
Empat Kali Pasien Ditandu dalam Tiga Tahun Terakhir, Warga Sinjai Barat Tagih Janji Ramah Infrastruktur
Arrang Saz • sekitar 20 jam lalu
Berita Terkini
Jalan ini juga merupakan penghubung Kabupaten Gowa dengan Kabupaten Sinja dan Kabupaten Bone, dan saat ini masih berstatus jalan kabupaten.
Menurut pengakuan warga, jalan tersebut tak pernah tersentuh aspal, rabat beton atau hotmix.
Viral Anak Ditandu 2 Kilometer di Sinjai Barat, Warga Soroti Akses Jalan dan Layanan Kesehatan
Arrang Saz • sekitar 20 jam lalu
Berita Terkini
Hadiri Rakorda Program Bangga Kencana 2026, Kepala DPPKB Makassar Perkuat Komitmen Pembangunan Keluarga Berkualitas
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Kondisi ini membuat warga setempat kesulitan dalam akses menuju pasar dan akses lainnya seperti anak sekolah sangat sulit untuk dilaluinya terutama saat musim hujan seperti saat sekarang ini.
Desa Terasa terdapat delapan (8) dusun beberapa di antaranya masih jalan tanah sehingga saat musim hujan warga setempat dan anak sekolah harus jalan kaki di jalan berlumpur setiap harinya saat menuju sekolah dan aktivitas warga lainnya.
Ada puluhan masyarakat Desa Terasa yang hadir dalam pengecoran jalan tersebut yang menggunakan alat seadanya, seperti sekop, cangkul dan peralatan seadanya.
Selain itu meski secara swadaya masyarakat turun langsung ke sungai untuk mengambil pasir dan diangkut ke titik yang akan dicor dan diperbaiki.
“Pengecoran jalan tersebut dipimipin langsung oleh Kepala Dusun Tonrong dan juga Anggota Badan Permusyawaratan Desa area Dusun Tonrong, serta beberapa ketua Rt dan Rw juga masyarakat pengguna jalan tersebut” kata tokoh pemuda, Syamsul.
Syamsul menyampaikan keluhannya bahwa jalannya sudah puluhan tahun tidak mendapat perhatian dari pemerintah dan tidak mendapat pengecoran jalan apalagi pengaspalan.
“Ya jalanan kami ini dari dulu tidak pernah mendapat perhatian dan tidak dicor menggunakan bantuan pemerintah apalagi pengaspalan” jelas Syamsul.
Syamsul mengaku setiap tahun mengeluh dan berharap kepada pemerintah daerah bahkan ke pemerintah pusat.
"Saya setiap tahun selalu mengeluh ke pemerintah daerah bahkan pemerintah pisan dan menyampaikan lewat sesial media” sambungnya.
Sehingga, Syamsul berharap, semoga pemerintah yang baru ini menjawab keluhannya dengan memperhatikan jalanan tersebut.
“Kami berharap agar segera diperhatikan, sehingga kami juga merasakan jalan mulus beraspal dan tidak berlumpur dengan tanah liat” harap Syamsul.
Diketahui aktivitas swadaya tersebut rutin dilakukan oleh masyarakat setempat. Besar harapan mereka agar jalanannya betul-betul diperhatikan usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan pemimpin yang baru.





