SULBAR, Beritabenua- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tomakaka (Unika) salurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Tamasapi dan Manalisse, Kelurahan Mamunyu, Sulawesi Barat (Sulbar), pada Minggu (02/02/25).
Aliansi BEM Unika memberikan bantuan kepada masyarakat berupa bahan pokok, pakaian dan obat-obatan.
Distaru Makassar Dibubarkan Saat Segel Bangunan Vida View, Aliansi Fasum Fasos Harap Pemerintah Jangan Kalah
BeritaBenua.com • sekitar 12 jam lalu
Berita Terkini
Proyek Sekolah Rakyat Rp245 Miliar di Sinjai Disorot, Diduga Picu Kerusakan Jalan akibat Truk Over Tonase
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebut namanya mengatakan hal ini merupakan respon sosial sehingga kami melakukan aksi penggalangan dana.
“Sebagai mahasiswa dimana itulah yang menjadi tugas serta fungsi seorang mahasiswa yang sesungguhnya, adapun sumber dana yang kami peroleh itu melalui penggalangan dana ke masyarakat yang dilakukan selama 3 hari.” Katanya.
Oknum Dishub Dilaporkan ke Polrestabes Makassar Usai Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur dan Ayahnya
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Semangat Basamo Bajaso,Basamo Basuo Bukber Alumni Farmasi Unand Himpun Puluhan Juta Rupiah untuk Korban Banjir Padang
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Beberapa warga manalisse yang sempat diwawancarai mahasiswa mengatakan bahwa sama sekali belum ada bantuan yang datang dari pemerintah.
“Selain di tamasapi kami juga menyalurkan didesa manalisse karena di sana ada beberapa warga yang terdampak banjir yang sangat membutuhkan bantuan. sehingga hal ini lah yang membuat kami berinisiatif menyalurkan sebagian bantuan ke desa manalisse.” Ungkapnya.
Aliansi BEM Unika juga menyampaikan kepada pemerintah daerah untuk meratakan bantuan kesetiap titik bencana agar tidak ada ketersinggungan sosial.
"Kami selaku mahasiswa menyampaikan kepada seluruh pemerintah yang ada di Kabupaten Mamuju agar bisa memperhatikan seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir di Mamuju dan tidak hanya berfokus pada satu titik saja karena hal ini bisa memicu kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat." Tutupnya.





