KALTARA, Beritabenua- Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, disela-sela kunjungan kerjanya di Apau Kayan menyempatkan diri berziarah ke makam leluhur Raja Lencau Ingan di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Kamis (17/4/2025).
Wagub Ingkong mengatakan Raja Lencau Ingan inj dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda di wilayah Apau Kayan.
Sikap Humanis Kasi Intel Kejari Sinjai Saat Temui Massa Aksi PC PMII: Komitmen Antikorupsi Kejari Sinjai Tegas dan Terbuka
Arrang Saz • sekitar 14 jam lalu
Berita Terkini
HUT DWP ke-26, Bustan Ajak DWP Bangkitkan Sektor UMKM di Masyarakat
Xiao Huli • sekitar 14 jam lalu
Berita Terkini
"Selama kunjungan kerja disini (Apau Kayan) saya menyempatkan diri berziarah ke makam kakek saya (Lencau Ingan) di desa Long Nawang," kata Ingkong Ala didampingi putranya Herber dan Asisten 3 Pemprov Kaltara, Jumat (18/4/2025).
Ingkong Ala mengungkapkan, Lencau Ingan adalah tokoh Dayak Kenyah yang berperan penting dalam menyatukan masyarakat Apau Kayan untuk melawan penjajahan Belanda.
Gelar Forum Satu Daerah Daerah, Wujudkan Tata Kelola Terpadu Kaltara
Xiao Huli • sekitar 14 jam lalu
Berita Terkini
Kaltara Raih Penghargaann Provinsi Kecil Terbaik 1 Naker Inspirational Leadership Award 2025
Xiao huli • sekitar 14 jam lalu
Berita Terkini
"Ia berhasil memimpin masyarakat Dayak dalam mengusir tentara Belanda saat itu, Makam Lencau Ingan ini tempat yang penting bagi masyarakat Dayak Apau Kayan dan merupakan bagian dari sejarah perjuangan melawan penjajahan Belanda," ungkapnya.
"Ini adalah kesempatan saya untuk kembali merenungkan perjuangan kakek saya, terutama memperjuangkan hak-hak warga perbatasan," tambah Wagub.
Dijelaskannya, jenazah Lencau Ingan dimakamkan dengan upacara militer Belanda, baik di rumah maupun di perkuburan, dengan Letnan L. Glafh sebagai inspektur upacara
"Lencau Ingan meninggal dunia pada bulan Juni 1949, pada usia sekitar 98 tahun. Ia dimakamkan dengan upacara militer Belanda di Long Nawang, di tepi sungai Kayan, sebelah Bandara Long Nawang," tutupnya.(*)





