SINJAI, Beritabenua--Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Sinjai menggelar aksi unjuk rasa terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Selasa (31/3/2026).
Pengamanan JB Bangkir, Komitmen PLN Icon Plus Jaga Stabilitas Jaringan
BeritaBenua.com • sekitar 8 jam lalu
Berita Terkini
PC IMM Makassar Gelar DAM dan PID, Perkuat Kaderisasi dan Peran Instruktur
Arrang Saz • sekitar 22 jam lalu
Berita Terkini
Aksi tersebut digelar di Kantor DPRD Sinjai, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, sebelum kemudian dilanjutkan ke Polres Sinjai.
HAKLI Maros Dorong Transformasi Organisasi untuk Perkuat Kesehatan Lingkungan
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Dr. Indrayani Ajak Masyarakat Dayak Siapkan Diri Hadapi IKN, Dorong Fokus Penguatan SDM Lokal Menuju 2028
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Koordinator lapangan aksi, Rivaldi, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keresahan masyarakat atas kondisi BBM yang dinilai semakin sulit didapatkan.
“Kelangkaan BBM ini sangat dirasakan masyarakat, terutama kalangan kecil. Kami minta pemerintah segera mengambil langkah konkret, bukan hanya janji,” ujarnya dalam orasi.
Dalam aksinya, massa juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan, di antaranya stabilisasi BBM serta evaluasi kinerja aparat.
Ketua Umum HMI MPO Cabang Sinjai, Supardi, bahkan menyindir kinerja anggota DPRD Sinjai. Ia menilai wakil rakyat tidak menunjukkan keberpihakan saat masyarakat menghadapi kesulitan BBM.
“Kalau tidak mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, lebih baik mundur. Kelangkaan BBM ini berdampak besar, hampir semua sektor terdampak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung dugaan adanya praktik penimbunan BBM yang memperparah kondisi di lapangan.
Menanggapi aksi tersebut, anggota DPRD Sinjai yang menerima massa mengakui adanya antrean panjang di sejumlah SPBU. Mereka berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan mendorong keterbukaan informasi terkait stok BBM.
Setelah berorasi di DPRD, massa bergerak ke Polres Sinjai untuk menyampaikan tuntutan lanjutan.
Di depan Polres, mahasiswa kembali menyoroti dugaan penimbunan BBM serta mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, yang menemui massa aksi, menyampaikan bahwa ketersediaan BBM di Sinjai sebenarnya tidak mengalami kelangkaan.
“Yang terjadi di lapangan lebih kepada panic buying dari masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan pengawasan ketat di SPBU, termasuk melarang pengisian BBM menggunakan jeriken tanpa rekomendasi resmi.
Selain itu, polisi juga telah melakukan pengecekan terkait pengisian BBM menggunakan jeriken dan saat ini masih menelusuri pihak yang mengeluarkan rekomendasi tersebut.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan.





