MAKASSAR, Beritabenua—Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Makassar menggelar pembukaan kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) di Aula Kantor Daerah DPD-RI Sulawesi Selatan, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi di tubuh IMM, sekaligus meningkatkan kapasitas instruktur sebagai ujung tombak pembinaan kader di berbagai tingkatan.
HAKLI Maros Dorong Transformasi Organisasi untuk Perkuat Kesehatan Lingkungan
Arrang Saz • sekitar 10 jam lalu
Berita Terkini
Dr. Indrayani Ajak Masyarakat Dayak Siapkan Diri Hadapi IKN, Dorong Fokus Penguatan SDM Lokal Menuju 2028
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Ketua Umum DPD IMM Sulawesi Selatan, Adrian, menyebutkan bahwa perkembangan instruktur di wilayahnya menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 235 instruktur dasar baru telah dilahirkan melalui proses kaderisasi.
“Dalam kondisi apa pun, kaderisasi tidak boleh berhenti karena merupakan jantung organisasi,” ujar Adrian dalam sambutannya.
Polres Sinjai Selidiki Teror Pencurian Sapi di Tellulimpoe, Polisi Minta Dukungan Warga
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Teror Penculikan Sapi di Tellulimpoe, Warga Curigai Sindikat Terorganisir
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Ia menambahkan, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut IMM tidak hanya fokus pada kuantitas kader, tetapi juga kualitas, termasuk integritas, kapasitas intelektual, serta kemampuan menjawab persoalan umat dan bangsa.
Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Iqbal Samad, mengapresiasi tema kegiatan “Fresh Ijtihad” yang dinilai relevan dengan perkembangan zaman. Namun, ia menekankan pentingnya diimbangi dengan pola pikir yang terus diperbarui.
“Kader IMM harus menghadirkan ‘fresh think’, memperbarui pengetahuan agar mampu beradaptasi dan memberikan solusi atas dinamika masyarakat,” kata Iqbal.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, termasuk IMM, dalam mendorong pembangunan daerah.
“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam perubahan sosial. Pemerintah Kota Makassar terbuka untuk kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Munafri juga menekankan pentingnya peran instruktur dalam organisasi. Menurutnya, instruktur tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dalam membina kader.
Melalui kegiatan DAM dan PID ini, PC IMM Kota Makassar berharap dapat melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual dan kepekaan sosial.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen IMM untuk terus menjalankan proses kaderisasi secara berkelanjutan di tengah dinamika zaman.





