SINJAI, Beritabenua—Aparat Kepolisian Resor Sinjai mengintensifkan penyelidikan kasus pencurian ternak sapi yang meresahkan warga Kecamatan Tellulimpoe. Langkah ini menyusul laporan berulang dari masyarakat Desa Lembang Lohe, khususnya di Dusun Tippulue, yang mengeluhkan hilangnya puluhan ekor sapi secara misterius.
Teror Penculikan Sapi di Tellulimpoe, Warga Curigai Sindikat Terorganisir
Arrang Saz • sekitar 12 jam lalu
Berita Terkini
Kajian Jurnalistik Mahasiswa Perairan Sinjai, Menakar Nalar di Ruang Sederhana
Arrang Saz • sekitar 19 jam lalu
Berita Terkini
Pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, tim dari Polres Sinjai turun langsung ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan keterangan warga. Upaya ini menjadi bagian dari pengusutan dugaan pencurian yang disebut memiliki pola terorganisir.
Pemerintah Rancang Kebijakan WFH untuk Menekan Penggunaan BBM Nasional
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Aturan Baru Berlaku, Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dinonaktifkan
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengaku telah menghimpun sejumlah informasi untuk menelusuri jejak pelaku.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan secara intens terkait kasus pencurian ternak sapi ini,” ujar Iptu Agus Santoso, Kepala Seksi Humas Polres Sinjai, Ahad, 29 Maret 2026.
Sebelumnya, warga Tellulimpoe menyuarakan keresahan atas maraknya pencurian sapi yang tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga rasa takut. Sejumlah korban mengaku didatangi pihak tertentu yang meminta uang dengan janji ternak yang hilang dapat dikembalikan.
“Kalau mau kembali, harus bayar. Tapi tidak semua yang bayar itu sapinya benar-benar kembali,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Fenomena ini memunculkan dugaan adanya praktik yang lebih dari sekadar pencurian biasa. Warga mencurigai adanya komplotan atau sindikat yang bekerja secara sistematis.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku khawatir dengan situasi yang terjadi.
“Kami ini takut. Bukan cuma kehilangan sapi, tapi juga takut kalau melapor atau bicara. Seolah-olah mereka tahu siapa yang jadi korban,” ujarnya.
Menanggapi situasi tersebut, Polres Sinjai mengimbau masyarakat untuk berperan aktif membantu pengungkapan kasus dengan memberikan informasi yang relevan.
“Kami mohon dukungan dari masyarakat. Jika ada informasi sekecil apa pun terkait kasus ini, agar segera disampaikan kepada pihak kepolisian,” kata Agus.
Polisi juga menegaskan akan menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.
“Insya Allah, mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini dapat terungkap,” ujarnya.
Meski penyelidikan telah berjalan, warga berharap aparat mampu membongkar dugaan sindikat di balik pencurian ternak tersebut, sehingga rasa aman di Tellulimpoe dapat kembali pulih.





