SINJAI, Beritabenua.com – Masyarakat Kampung Boja, Desa Puncak, Kabupaten Sinjai, menggelar aksi sebagai bentuk suara kolektif atas belum terpenuhinya akses listrik yang layak. Aksi tersebut turut difasilitasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Sinjai yang mewadahi aspirasi warga.
Dalam aksi tersebut, warga secara tegas menuntut Pemerintah Daerah agar segera merealisasikan program “Sinjai Terang” di wilayah mereka. Kehadiran BEM dinilai menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menyuarakan kebutuhan dasar yang hingga kini belum terpenuhi.
HMI MPO Sinjai Desak Copot Kanit Tipidter di Tengah Isu Kelangkaan BBM
Arrang Saz • sekitar 7 jam lalu
Berita Terkini
HMI MPO Sinjai Demo DPRD hingga Polres, Soroti Kelangkaan BBM
Arrang Saz • sekitar 7 jam lalu
Berita Terkini
Namun, Bupati dan Wakil Bupati Sinjai tidak hadir karena sedang berada di Makassar. Pertemuan hanya diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Asisten Ahli, serta pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tangka. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang menginginkan kehadiran langsung pimpinan daerah.
Selain itu, warga juga mendesak pihak PLN Sinjai untuk segera bersurat kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan terkait perizinan pembangunan jaringan listrik. Langkah ini dianggap penting untuk mempercepat proses realisasi listrik di Kampung Boja.
Pengamanan JB Bangkir, Komitmen PLN Icon Plus Jaga Stabilitas Jaringan
BeritaBenua.com • sekitar 14 jam lalu
Berita Terkini
PC IMM Makassar Gelar DAM dan PID, Perkuat Kaderisasi dan Peran Instruktur
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Perwakilan mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Sinjai dalam aksi tersebut menyampaikan kekecewaan sekaligus tuntutan masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan karena Bupati dan Wakil Bupati tidak ada di lokasi. Kami ingin menuntut untuk segera merealisasikan program ‘Sinjai Terang’ di Kampung Boja, dan meminta PLN Sinjai untuk segera bersurat kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan terkait perizinan untuk pembangunan jaringan listrik,” ujarnya.
BEM Universitas Muhammadiyah Sinjai berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret, agar masyarakat Kampung Boja dapat merasakan akses listrik yang layak dan merata.





