MAKASSAR, Beritabenua — Konflik dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan mulai menemukan titik terang.
DPD KNPI Sulawesi Selatan menggelar pleno bersama di Makassar, Kamis (21/5/2026), yang mempertemukan kubu Surahman Batara dan kubu Kanita Kahfi dalam satu forum konsolidasi organisasi.
PC PMII Sinjai Desak Audit Nasional SPPG dan Mitra MBG Usai Kasus Korupsi BGN
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Peta Persaingan Ketua KNPI Sinjai Mulai Terbaca, Tiga Kader HMI Maju Bertarung
Arrang Saz • 13 hari lalu
Berita Terkini
Dalam pleno tersebut, kedua kubu sepakat menyatu di bawah kepemimpinan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua DPD KNPI Sulsel.
Kesepakatan itu sekaligus menandai berakhirnya dinamika internal yang selama ini terjadi di tubuh organisasi kepemudaan tersebut.
Pentingnya Pemahaman Hukum, HIMAPRODI HPI Gelar Penyuluhan di Sinjai Tengah
Arrang Saz • 13 hari lalu
Berita Terkini
Aris Muflih Nahkodai BM-PAN Gowa, Terpilih dalam Musda Serentak Sulsel di Malino
Arrang Saz • 13 hari lalu
Berita Terkini
Forum pleno juga membentuk Tim Transisi yang akan bertugas melakukan konsolidasi dan penyatuan DPD II KNPI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Imran Yusuf dipercaya sebagai Ketua Tim Transisi, sedangkan Agus Rasyid Butu ditunjuk sebagai sekretaris.
Ketua Tim Transisi, Imran Yusuf, mengatakan tim yang dibentuk akan fokus mempercepat proses penyatuan struktur organisasi di daerah agar KNPI Sulsel kembali solid.
“Tim transisi akan fokus pada penyatuan DPD II kabupaten/kota di bawah kepemimpinan Vonny Ameliani Suardi,” ujarnya.
Sementara itu, Surahman Batara dalam pleno bersama tersebut menegaskan bahwa kepengurusan KNPI di bawah kepemimpinan Vonny Ameliani Suardi merupakan kepengurusan yang legitimate dan sah.
Momentum pleno bersama ini juga dinilai menjadi langkah awal kebangkitan KNPI Sulsel untuk kembali memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Dengan soliditas yang mulai terbangun, KNPI Sulsel diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu generasi muda serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah.
Selain itu, proses konsolidasi melalui tim transisi diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis di internal organisasi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pemuda di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.





