SINJAI, Beritabenua--Alun-alun kota Sinjai yang seharusnya menjadi ruang publik nyaman untuk bersantai kini justru dibanjiri pengemis yang semakin hari kian bertambah. Keberadaan mereka bukan hanya mengganggu kenyamanan namun fenomena ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan memicu desakan agar Dinas Sosial segera melakukan penertiban.
Berdasarkan pengamatan langsung selama beberapa hari terakhir, pengemis yang berada di alun-alun berasal dari kelompok rentan, ibu-ibu umur berkisar 50-an tahun.
Muh Zaitun Ardi Dorong Pemuda Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Koperasi Merah Putih
BeritaBenua.com • sekitar 8 jam lalu
Berita Terkini
Distaru Makassar Dibubarkan Saat Segel Bangunan Vida View, Aliansi Fasum Fasos Harap Pemerintah Jangan Kalah
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Keberadaan pengemis di alun alun tetap menimbulkan persoalan sosial dan kenyamanan. Beberapa pengunjung merasa terganggu, terutama ketika pengemis menghampiri secara langsung dan meminta uang.
Aktivis sosial Israndi, menyarankan pada pihak terkait agar penanganan tidak dilakukan dengan razia semata, melainkan melalui solusi jangka panjang.
Proyek Sekolah Rakyat Rp245 Miliar di Sinjai Disorot, Diduga Picu Kerusakan Jalan akibat Truk Over Tonase
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Oknum Dishub Dilaporkan ke Polrestabes Makassar Usai Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur dan Ayahnya
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
“Faktanya, sebagian dari mereka mengemis karena tidak punya pilihan. Pemerintah harus hadir dengan program sosial yang menyentuh akar persoalan: pengangguran, pendidikan rendah, dan akses layanan dasar,” tegas Israndi
Dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Kepala Dinas Sosial Andi Muhammad Idnan, mengatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas penertiban dan assesment karena biasanya pengemis berasal dari luar kabupaten.
"Kami akan melaksanakan assesment dan menertibkan segera mungkin, karena biasanya pengemis berasal dari luar kabupaten" ucapnya.
Dengan kondisi ini, alun-alun kota tidak lagi sekadar ruang publik, melainkan potret nyata ketimpangan sosial yang perlu dijawab dengan kebijakan yang adil dan manusiawi.





