SINJAI, Beritabenua--Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sinjai dengan tegas mengecam tindakan represif aparat kepolisian dalam mengawal aksi demonstrasi beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Sinjai.
Insiden tersebut diduga melibatkan langsung Kapolres Sinjai yang terlihat menggunakan tongkat komando dalam melakukan pemukulan kepada peserta aksi.
Polemik RSI Faisal, Diduga Punya Hutang dan Mark Up
BeritaBenua.com • sekitar 12 jam lalu
Berita Terkini
Aksi jilid V, Dugaan Indikasi Korupsi Pembangunan PAUD Negeri Tamalate, Hingga Upaya Melindungi Pelaku oleh Kejati Sulsel
BeritaBenua.com • sekitar 23 jam lalu
Berita Terkini
PC PMII Sinjai menilai tindakan tersebut bukan hanya melukai demokrasi dan menciderai hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi juga menurunkan marwah institusi Polri sebagai pengayom dan pelindung rakyat.
Ketua dua bidang eksternal, Amar Amrullah Asikin, menegaskan bahwa tindakan represif semacam itu tidak bisa ditoleransi.
Jelang Hari Buruh: Adnan Rijal Diduga Diberhentikan Sepihak Tanpa Hak Usai Tujuh Tahun Kerja
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Dr Andi Cibu: Putusan MK 123/2025 Pertegas Batas Penerapan UU Tipikor dalam Kasus Sektoral
BeritaBenua.com • 5 hari lalu
Berita Terkini
“Kami mendesak Kapolri, Propam dan Kompolnas agar segera memecat Kapolres Sinjai dari Institusi kepolisian Republik Indonesia. Perilaku yang mengedepankan kekerasan terhadap mahasiswa dan masyarakat jelas bertentangan dengan prinsip Polri Presisi yang selalu digaungkan,” ujarnya. Rabu (3/9/25).
Lebih lanjut, PC PMII Sinjai juga menyerukan agar Kapolri turun tangan langsung mengusut dugaan pelanggaran etika dan hukum yang dilakukan Kapolres Sinjai. Jika hal ini dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk bagi kepolisian di seluruh daerah.





