MAKASSAR, Beritabenua- Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2026, kegiatan “Konservasi Mangrove Camp” yang dirangkaikan dengan aksi bersih pesisir dan kampanye Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sejuk, Resik, Indah) dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Nelayan, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan pesisir melalui pendekatan konservasi berbasis masyarakat, khususnya dalam menjaga ekosistem mangrove yang memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir dan penyerap karbon.
TIM FAHMI–NABILA GAGAS TAGLINE NEW ERA, KEMASLAHATAN MAHASISWA FEBI UIN PALOPO
Arrang Saz • sekitar 13 jam lalu
Berita Terkini
Praktisi Hukum Muda Asal Bulupoddo, Sulharmin Siap Bertarung di Bursa Calon Ketua KNPI Sinjai
Arrang Saz • sekitar 20 jam lalu
Berita Terkini
Aksi ini melibatkan berbagai organisasi dan elemen masyarakat, di antaranya Pusdal LH Sulawesi Maluku, HPHA SUL-SEL, KTH Untia Jaya, FK3I SUL-SEL, Dharma Wanita Pusdal LH Suma, Gamacita, Chipipax, Saka Wanabakti, HIMASKI UIN Alauddin Makassar, Mahaduta, SISPALA Khatulistiwa SMK Negeri 5 Gowa, MAPALA Tomanurung Sinjai, KSB Katimbang, PKK Untia, SD Negeri Pongtiku 2, serta IKAL Lantebung.
Sebelum kegiatan inti dimulai, seluruh peserta dan panitia terlebih dahulu mengikuti senam bersama sebagai bentuk pemanasan sekaligus membangun semangat kebersamaan. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulawesi Selatan, Bapak Ir. Mustari Tepu, S.Hut., M.Sc.
Muncul Poros Baru "Kebangkitan Pemuda" Warnai Perebutan Kursi KNPI Sinjai
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Cuaca Ekstrem Landa Sinjai, Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses Sinjai–Bulukumba
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Pembukaan kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Arnianah Alwi, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa momentum Hari Bumi harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran dan degradasi ekosistem.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada aksi bersih, tetapi juga diisi dengan edukasi konservasi mangrove melalui konsep “mangrove camp”, di mana peserta diajak memahami pentingnya ekosistem mangrove serta perannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Aksi bersih dilakukan dengan menyisir kawasan pesisir dan lingkungan sekitar Kampung Nelayan Untia. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dari hasil kegiatan, berhasil dikumpulkan sampah laut sebanyak 523 kg atau setara dengan 55 kantong sampah jenis anorganik, berupa plastik, sedotan, kaleng, dan residu lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem mangrove semakin meningkat, serta mampu mendorong terwujudnya lingkungan pesisir yang berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam memperingati Hari Bumi Sedunia 2026.





