SINJAI, Beritabenua–Selama sebulan terakhir, masyarakat Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, terus melakukan perbaikan jalan secara swadaya, Minggu 14/9/25.
Langkah ini diambil karena akses tersebut menjadi penopang utama aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kesehatan warga.
Polemik RSI Faisal, Diduga Punya Hutang dan Mark Up
BeritaBenua.com • sekitar 19 jam lalu
Berita Terkini
Aksi jilid V, Dugaan Indikasi Korupsi Pembangunan PAUD Negeri Tamalate, Hingga Upaya Melindungi Pelaku oleh Kejati Sulsel
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Menyadari pemerintah tak kunjung turun tangan, masyarakat sepakat bahu-membahu. Mereka menyisihkan sebagian uang untuk membeli semen agar pengecoran jalan bisa segera dikerjakan.
Salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, meski kebutuhan pokok mereka belum sepenuhnya terpenuhi, perbaikan jalan tetap harus dilakukan.
Jelang Hari Buruh: Adnan Rijal Diduga Diberhentikan Sepihak Tanpa Hak Usai Tujuh Tahun Kerja
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Dr Andi Cibu: Putusan MK 123/2025 Pertegas Batas Penerapan UU Tipikor dalam Kasus Sektoral
BeritaBenua.com • 5 hari lalu
Berita Terkini
“Kami tidak bisa berbuat banyak, tapi jalan ini sangat penting bagi kehidupan kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Syamsul, warga Dusun Tonrong.
“Kami sebenarnya belum tercukupi, bahkan untuk kebutuhan pangan pun masih kekurangan. Namun apa boleh buat, perbaikan jalan ini sangat penting demi menunjang akses pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan,” ungkapnya.
Gotong royong tersebut melibatkan hampir seluruh warga, tanpa ada yang tertinggal. Namun mereka menilai, seharusnya pemerintah kabupaten lebih berperan penting dalam pembangunan infrastruktur dasar.
“Sebelumnya kami sudah mencoba berbagai cara untuk menyuarakan kondisi jalan kami, tapi pemerintah enggan membuka mata dan mulut. Jika begini terus, kami tinggal selangkah lagi kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap pemerintah,” tegas salah satu warga.
Aksi swadaya ini menjadi bentuk nyata respon masyarakat Dusun Tonrong terhadap permasalahan di sekitar mereka, sekaligus menunjukkan bahwa infrastruktur bukan sekadar fasilitas, tetapi juga penentu kesejahteraan.





