SINJAI, Beritabenua — Ibadah jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Rumah Ibadah Gereja Toraja (Gereja Tator), Kabupaten Sinjai, berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan ibadah dilaksanakan di Gereja Tator yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 47, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.
Tawarkan Energi Baru untuk Karang Taruna Sinjai, Ini Profil Iksan Bil Nazhari
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
LPG dan BBM Langkah Di Sulsel, Presiden Mahasiswa UIT Makassar Soroti Kinerja Pemerintah
NURrr Aminn • 2 hari lalu
Berita Terkini
Ibadah tersebut mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Merajut Kasih, Mengurai Sejarah untuk Mempererat Persaudaraan”. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Resky Rannu dan diikuti oleh sekitar 15 jemaat yang berada di wilayah Kabupaten Sinjai.
Dalam khotbahnya, Pendeta Resky Rannu menyampaikan bahwa tema Natal 2025 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mengandung pesan tentang cinta kasih, keharmonisan dalam keberagaman, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa perayaan Natal hendaknya dimaknai tidak sebatas kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi spiritual yang dimulai dari lingkungan keluarga.
BEM UIT Resmi Dilantik untuk Periode 2026–2027, Usung Gerakan Mahasiswa Progresif dan Berdampak
NURrr Aminn • 3 hari lalu
Berita Terkini
Antrean SPBU Terjadi di Sejumlah Daerah, Achmad Fauzan Pastikan Stok BBM Aman
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Lebih lanjut, ia menekankan peran keluarga sebagai basis pembentukan karakter yang berlandaskan nilai kasih, kejujuran, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan rukun di tengah keberagaman.
Pendeta Resky juga mengimbau jemaat untuk senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama serta berkontribusi aktif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kegiatan ibadah mendapat pengamanan dari sekitar 20 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Banser, dan Kokam.
Kehadiran aparat dan unsur pengamanan masyarakat tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif.





