SINJAI, Beritabenua — Ibadah jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Rumah Ibadah Gereja Toraja (Gereja Tator), Kabupaten Sinjai, berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan ibadah dilaksanakan di Gereja Tator yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 47, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.
Distaru Makassar Dibubarkan Saat Segel Bangunan Vida View, Aliansi Fasum Fasos Harap Pemerintah Jangan Kalah
BeritaBenua.com • sekitar 9 jam lalu
Berita Terkini
Proyek Sekolah Rakyat Rp245 Miliar di Sinjai Disorot, Diduga Picu Kerusakan Jalan akibat Truk Over Tonase
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Ibadah tersebut mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Merajut Kasih, Mengurai Sejarah untuk Mempererat Persaudaraan”. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Resky Rannu dan diikuti oleh sekitar 15 jemaat yang berada di wilayah Kabupaten Sinjai.
Dalam khotbahnya, Pendeta Resky Rannu menyampaikan bahwa tema Natal 2025 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mengandung pesan tentang cinta kasih, keharmonisan dalam keberagaman, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa perayaan Natal hendaknya dimaknai tidak sebatas kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi spiritual yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Oknum Dishub Dilaporkan ke Polrestabes Makassar Usai Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur dan Ayahnya
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
Semangat Basamo Bajaso,Basamo Basuo Bukber Alumni Farmasi Unand Himpun Puluhan Juta Rupiah untuk Korban Banjir Padang
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Lebih lanjut, ia menekankan peran keluarga sebagai basis pembentukan karakter yang berlandaskan nilai kasih, kejujuran, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan rukun di tengah keberagaman.
Pendeta Resky juga mengimbau jemaat untuk senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama serta berkontribusi aktif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kegiatan ibadah mendapat pengamanan dari sekitar 20 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Banser, dan Kokam.
Kehadiran aparat dan unsur pengamanan masyarakat tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif.





