JAKARTA, Beritabenua- Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyentuh dan mengerti kebutuhan petani adalah kunci swasembada pangan cepat tercapai. Setahun kepemimpinan Prabowo, banyak program pemerintah yang berpihak kepada petani.
Distaru Makassar Dibubarkan Saat Segel Bangunan Vida View, Aliansi Fasum Fasos Harap Pemerintah Jangan Kalah
BeritaBenua.com • sekitar 22 jam lalu
Berita Terkini
Proyek Sekolah Rakyat Rp245 Miliar di Sinjai Disorot, Diduga Picu Kerusakan Jalan akibat Truk Over Tonase
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh petani menjadi faktor utama kegembiraan di desa-desa. Don mencontohkan penurunan harga pupuk, penyerapan gabah dan jagung, serta penghentian impor komoditas tertentu.
Oknum Dishub Dilaporkan ke Polrestabes Makassar Usai Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur dan Ayahnya
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Semangat Basamo Bajaso,Basamo Basuo Bukber Alumni Farmasi Unand Himpun Puluhan Juta Rupiah untuk Korban Banjir Padang
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
“Banyak program Pak Prabowo yang langsung menyentuh petani yang ada di-grassroot, yang di bawah. Ini yang dinantikan oleh para petani, oleh masyarakat yang ada di desa-desa,” ucap Don saat menghadiri pengumuman swasembada pangan dan panen raya 1 tahun pemerintahan Prabowo Subianto di Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Don Muzakir salah satu penerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya. Menurutnya, capaian swasembada pangan menjadi bukti nyata keberpihakan negara kepada petani.
Organisasi Tani Merdeka Indonesia lahir dari gabungan kelompok tani, pelaku usaha pertanian, perikanan, dan perkebunan yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan di desa. Tani Merdeka sejak awal sudah yakin kepemimpinan Prabowo akan membawa kesejahtreraan bagi petani.
“Saya pergi ke mana-mana, mulai dari Aceh sampai ke Papua, semua petani happy dengan program-program yang dicanangkan oleh Pak Prabowo,” katanya
Don Muzakir setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan posisi petani sebagai pahlawan pangan. Petani harus terus menanam, sehingga swasembada pangan bisa terwujud.
“Kalau petani ini tidak menanam, tidak memanen, dan seterusnya, ya kita dapat pangan dari mana?,” katanya,
Seraya menambahkan kebijakan stop impor jagung dan penyerapan hasil panen membuat harga lebih adil bagi petani.
Jagung terserap di kisaran Rp5.500 per kilogram, sementara gabah padi diserap Rp6.500 hingga Rp7.000 sesuai kualitas. Sehingga, margin keuntungan petani meningkat dan harga beras tetap terjaga bagi konsumen.
Ke depan, Don Muzakir mengingatkan pentingnya modernisasi alat untuk lebih menggenjot lagi hasil pertanian. Peralatan yang modern juga harus diiringi asupan energi seperti solar yang memadai.
Don Muzakir bersama seluruh anggota dan kelompok tani memanjatkan doa untuk Presiden Prabowo agar selalu sehat. Agar bisa terus membela masyarakat bawah.
“Kalau kami sebutkan panglimanya petani, bosnya petani ya, Pak Prabowo yang membela,” ujarnya.





