SINJAI, Beritabenua--Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (Himaprodi HPI) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Bone Selatan (HIMBOS) melaksanakan kegiatan Guru Merdeka dengan tema “Dengan Mengajar Kita Belajar”.
Anak 15 Tahun di Sinjai Diduga Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Perjudian Sabung Ayam "Kelas Undangan" Digelar di Gowa, Hadiah Utama Motor & Taruhan Puluhan Juta!
BeritaBenua.com • 5 hari lalu
Berita Terkini
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 18–20 Januari, berlokasi di SD Inpres 5 Kelas Jauh Dusun Bahong Langi, Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Sekolah tersebut berada di wilayah pelosok dengan kondisi geografis yang sangat terpencil serta akses yang sulit dijangkau.
Dugaan Pencurian Sapi Gegerkan Warga Desa Sanjai, Sinjai Timur
Arrang Saz • 6 hari lalu
Berita Terkini
Dari Sulsel ke Kebijakan Karbon Nasional, Harifuddin Mansyur Tuntaskan Sidang Doktor Ilmu Lingkungan di Unhas
BeritaBenua.com • 7 hari lalu
Berita Terkini
Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung mengajar siswa sekolah dasar yang selama ini menjalani proses pendidikan dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Selain kegiatan belajar-mengajar, panitia juga menyalurkan hasil penggalangan donasi yang dihimpun melalui media dan audiens bersama sejumlah pihak, berupa alat tulis, buku bacaan, pakaian sekolah, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
Perjalanan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Medan yang terjal, berlumpur, serta tanjakan curam di tengah musim hujan yang tak kunjung reda mengharuskan peserta menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih tujuh jam pada malam hari. Kondisi tersebut semakin berat mengingat sebagian besar peserta merupakan kader yang melakukan pendakian perdana.
Cuaca ekstrem dan keterbatasan fisik menjadi ujian dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun demikian, antusiasme dan senyum hangat para siswa saat menyambut kedatangan rombongan menjadi penyemangat tersendiri bagi para relawan. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar para siswa tetap tinggi dan tidak surut.
Ketua HMJ Hukum Pidana Islam UIAD Sinjai, Andi Ikram, menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di daerah terpencil.
"Kegiatan Guru Merdeka ini bukan sekadar agenda pengabdian, tetapi juga refleksi sosial bagi mahasiswa. Kami belajar langsung tentang arti perjuangan, ketulusan, dan keteguhan semangat anak-anak di pelosok dalam menuntut ilmu. Ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Ikram berharap Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya Dinas Pendidikan, dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun fasilitas penunjang pembelajaran.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa pendidikan yang layak merupakan hak seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di pelosok negeri.





