Kolaborasi Himaprodi HPI UIAD Sinjai dan HIMBOS Gelar Kegiatan “Guru Merdeka” di Pelosok Bone

BeritaBenua.com —
Arrang SazPenulis
Gambar Sampul

SINJAI, Beritabenua--Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (Himaprodi HPI) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Bone Selatan (HIMBOS) melaksanakan kegiatan Guru Merdeka dengan tema “Dengan Mengajar Kita Belajar”.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 18–20 Januari, berlokasi di SD Inpres 5 Kelas Jauh Dusun Bahong Langi, Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Sekolah tersebut berada di wilayah pelosok dengan kondisi geografis yang sangat terpencil serta akses yang sulit dijangkau.

Lihat Juga

Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung mengajar siswa sekolah dasar yang selama ini menjalani proses pendidikan dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Selain kegiatan belajar-mengajar, panitia juga menyalurkan hasil penggalangan donasi yang dihimpun melalui media dan audiens bersama sejumlah pihak, berupa alat tulis, buku bacaan, pakaian sekolah, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.

Perjalanan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Medan yang terjal, berlumpur, serta tanjakan curam di tengah musim hujan yang tak kunjung reda mengharuskan peserta menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih tujuh jam pada malam hari. Kondisi tersebut semakin berat mengingat sebagian besar peserta merupakan kader yang melakukan pendakian perdana.

Cuaca ekstrem dan keterbatasan fisik menjadi ujian dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun demikian, antusiasme dan senyum hangat para siswa saat menyambut kedatangan rombongan menjadi penyemangat tersendiri bagi para relawan. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar para siswa tetap tinggi dan tidak surut.

Ketua HMJ Hukum Pidana Islam UIAD Sinjai, Andi Ikram, menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di daerah terpencil.

"Kegiatan Guru Merdeka ini bukan sekadar agenda pengabdian, tetapi juga refleksi sosial bagi mahasiswa. Kami belajar langsung tentang arti perjuangan, ketulusan, dan keteguhan semangat anak-anak di pelosok dalam menuntut ilmu. Ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Ikram berharap Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya Dinas Pendidikan, dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun fasilitas penunjang pembelajaran.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa pendidikan yang layak merupakan hak seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di pelosok negeri.

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    Sidang DKU Ungkap Indikasi Pelanggaran Prosedur Pemilma di UIN Alauddin, Empat Saksi Ajukan Bukti

    Arrang Saz sekitar 22 jam lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Komitmen Dalam Edukasi, Penerbit KBM Indonesia Sumbang Ratusan Buku ke Kopitani Merdeka di Sinjai

    BeritaBenua.com 1 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Gelombang Protes Warga Tolouwi Tuntut Transparansi Dana Desa

    Titik Puspita 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Langkah Awal Kepengurusan Baru, PC IMM Blora Bangun Koalisi Strategis dengan Pemkab

    Titik Puspita Sari 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    UMI Mengajar Tegaskan Komitmen Cegah Narkotika, 100 Siswa SMA 8 Makassar Antusias Ikuti Penyuluhan

    BeritaBenua.com 2 hari lalu

    Baca
    Kolaborasi Himaprodi HPI UIAD Sinjai dan HIMBOS Gelar Kegiatan “Guru Merdeka” di Pelosok Bone - Berita Benua