SINJAI, Beritabenua--Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (Himaprodi HPI) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Bone Selatan (HIMBOS) melaksanakan kegiatan Guru Merdeka dengan tema “Dengan Mengajar Kita Belajar”.
Bapenda Didesak Jalankan Tupoksi, Sidak dan Audit Pajak Rumah Makan Mie Titi
BeritaBenua.com • sekitar 15 jam lalu
Berita Terkini
Dugaan Perselingkuhan Eks Supir Bupati, Kuasa Hukum: Klien Kami Trauma Berat, Polisi Harus Segera Bertindak
BeritaBenua.com • sekitar 18 jam lalu
Berita Terkini
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 18–20 Januari, berlokasi di SD Inpres 5 Kelas Jauh Dusun Bahong Langi, Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Sekolah tersebut berada di wilayah pelosok dengan kondisi geografis yang sangat terpencil serta akses yang sulit dijangkau.
Masjid Haqqul Yaqien Bara-Baraya Utara Mulai Salurkan Zakat Fitrah kepada Mustahik
BeritaBenua.com • sekitar 18 jam lalu
Berita Terkini
Persatuan Operator Sinjai Tudang Sipulung dan Berbagi di Bulan Ramadan
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung mengajar siswa sekolah dasar yang selama ini menjalani proses pendidikan dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Selain kegiatan belajar-mengajar, panitia juga menyalurkan hasil penggalangan donasi yang dihimpun melalui media dan audiens bersama sejumlah pihak, berupa alat tulis, buku bacaan, pakaian sekolah, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
Perjalanan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Medan yang terjal, berlumpur, serta tanjakan curam di tengah musim hujan yang tak kunjung reda mengharuskan peserta menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih tujuh jam pada malam hari. Kondisi tersebut semakin berat mengingat sebagian besar peserta merupakan kader yang melakukan pendakian perdana.
Cuaca ekstrem dan keterbatasan fisik menjadi ujian dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun demikian, antusiasme dan senyum hangat para siswa saat menyambut kedatangan rombongan menjadi penyemangat tersendiri bagi para relawan. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar para siswa tetap tinggi dan tidak surut.
Ketua HMJ Hukum Pidana Islam UIAD Sinjai, Andi Ikram, menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di daerah terpencil.
"Kegiatan Guru Merdeka ini bukan sekadar agenda pengabdian, tetapi juga refleksi sosial bagi mahasiswa. Kami belajar langsung tentang arti perjuangan, ketulusan, dan keteguhan semangat anak-anak di pelosok dalam menuntut ilmu. Ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Ikram berharap Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya Dinas Pendidikan, dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun fasilitas penunjang pembelajaran.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa pendidikan yang layak merupakan hak seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di pelosok negeri.





