Bantah Dugaan Mafia BBM, Pengelola SPBU di Sinjai Jelaskan Prosedur Pengisian Solar

BeritaBenua.com —
Arrang SazPenulis
Gambar Sampul

SINJAI, Beritabenua--Pengelola SPBU 74.926.45 Lita, Ridwan Anis, membantah tudingan adanya praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di lokasi yang dikelolanya. SPBU tersebut berada di Jalan Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Bantahan itu disampaikan menyusul beredarnya video berdurasi 21 detik di grup WhatsApp Info Desa dan Kelurahan. Video tersebut memperlihatkan seorang konsumen mengisi BBM jenis solar menggunakan jerigen tanpa alat pelindung diri (APD).

Lihat Juga

Ridwan mengakui peristiwa dalam video tersebut memang terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa proses pengisian tetap berada dalam pengawasan operator SPBU.

“Operator tetap berada di lokasi dan mengawasi langsung proses pengisian,” kata Ridwan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu operator juga melayani konsumen lain secara bersamaan untuk menghindari antrean panjang. Menurut dia, langkah itu diambil agar distribusi BBM tetap berjalan lancar.

“Kami berupaya memastikan pelayanan tetap cepat tanpa menimbulkan penumpukan kendaraan,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, SPBU telah mengatur jalur pengisian secara terpisah, termasuk untuk pengisian menggunakan jerigen. Jalur khusus tersebut dimaksudkan agar tidak mengganggu antrean kendaraan umum.

Namun demikian, pengisian jerigen dapat dihentikan sementara apabila terjadi kepadatan antrean.

“Jika antrean kendaraan meningkat, kami prioritaskan kendaraan dan menghentikan sementara pengisian jerigen,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua konsumen diperbolehkan mengisi BBM menggunakan jerigen. Hanya pihak tertentu yang memiliki surat rekomendasi resmi yang dapat dilayani, seperti nelayan, petani, dan sektor transportasi.

“Sebelum pengisian, petugas terlebih dahulu memeriksa kelengkapan dokumen,” kata dia.

Menanggapi tudingan lain yang beredar, Ridwan memastikan bahwa distribusi BBM di SPBU tersebut telah menggunakan sistem barcode yang terdaftar oleh dinas terkait.

“BBM tidak bisa keluar tanpa barcode resmi. Jika ada penyalahgunaan di luar, itu bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa tidak ada operator di lokasi saat kejadian. Menurutnya, keberadaan operator dapat dibuktikan melalui rekaman CCTV sesuai waktu kejadian.

Selain itu, Ridwan menjelaskan soal atribut petugas yang disorot dalam video. Ia mengatakan seragam berwarna hitam yang dikenakan merupakan atribut resmi pengawas di setiap shift.

Terkait konsumen yang memegang nosel saat pengisian, Ridwan menyebut hal itu terjadi setelah proses awal dilakukan oleh operator.

“Operator tetap melakukan pemindaian barcode, mengoperasikan EDC, dan mengambil nosel dari dispenser. Konsumen hanya membantu saat proses berlangsung,” kata dia.

Ridwan menegaskan, seluruh operasional di SPBU 74.926.45 Lita telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    Pemuda Turungan Baji Soroti Jalan Rusak di Dusun Tonrong

    Arrang Saz sekitar 23 jam lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Bapenda Didesak Jalankan Tupoksi, Sidak dan Audit Pajak Rumah Makan Mie Titi

    BeritaBenua.com 6 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Dugaan Perselingkuhan Eks Supir Bupati, Kuasa Hukum: Klien Kami Trauma Berat, Polisi Harus Segera Bertindak

    BeritaBenua.com 6 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    ​Masjid Haqqul Yaqien Bara-Baraya Utara Mulai Salurkan Zakat Fitrah kepada Mustahik

    BeritaBenua.com 6 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Persatuan Operator Sinjai Tudang Sipulung dan Berbagi di Bulan Ramadan

    BeritaBenua.com 7 hari lalu

    Baca
    Bantah Dugaan Mafia BBM, Pengelola SPBU di Sinjai Jelaskan Prosedur Pengisian Solar - Berita Benua