SINJAI, Beritabenua—Keluhan terhadap pelayanan di SPBU 74.926.40 Balangnipa, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencuat setelah seorang konsumen mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pegawai saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM), Kamis, 26 Maret 2026.
DPRD Sinjai Dapil IV Disorot, Poster Dicoret Jadi Simbol Kritik
Arrang Saz • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
PPM Soroti Kematian Tahanan, Minta Komnas HAM Turun ke Sidrap
Arrang Saz • sekitar 5 jam lalu
Berita Terkini
SPBU yang terletak di Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara itu disebut menjadi lokasi terjadinya insiden adu mulut antara konsumen dan petugas.
Aksi Unjuk Rasa Protes Jalan Rusak di Sinjai, Massa Blokir Jalan di Depan Rujab Bupati
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Satukan Energi! Restu Bupati Sinjai Jadi Sinyal Kuat Kongres HIPPMAS Terlaksana Secepatnya
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Ilham, konsumen yang mengaku mengalami langsung kejadian tersebut, menuturkan bahwa situasi bermula saat dirinya mengantre untuk mengisi BBM sejak pukul 09.00 Wita dan baru mendapat giliran sekitar pukul 11.20 Wita.
“Sudah lama mengantre, tapi saat giliran saya, pegawai justru langsung marah-marah dan berbicara kasar,” kata Ilham.
Menurut dia, sikap pegawai tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi juga gestur yang dinilai intimidatif. Ia menyebut oknum pegawai itu membuka kancing baju bagian atas dan bersikap seolah menantang.
Ilham juga mengaku sempat dituduh mengambil gambar aktivitas di area SPBU, khususnya terkait pengisian BBM jenis solar ke dalam jerigen.
“Dia menuduh saya sering memotret dan memviralkan kegiatan mereka, padahal saya hanya mau mengisi BBM,” ujarnya.
Ia menduga ketegangan itu berkaitan dengan aktivitas pengisian solar menggunakan jerigen yang menyebabkan antrean kendaraan mengular. Praktik tersebut, menurut dia, membuat waktu tunggu menjadi lebih lama dibandingkan pengisian biasa.
Menanggapi hal itu, Manager SPBU Balangnipa, Andi Ardiansar, membantah adanya perlakuan tidak menyenangkan oleh pegawainya terhadap konsumen.
“Tidak ada anggota kami yang mengeluarkan kata-kata kasar atau bersikap seperti yang dituduhkan,” kata Andi saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pegawai di lapangan hanya menegur konsumen tersebut karena diduga mengambil gambar tanpa izin di area SPBU.
“Anggota kami hanya menegur karena yang bersangkutan memotret tanpa izin,” ujarnya.
Meski demikian, Andi menyatakan pihaknya tetap akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan pelayanan kepada konsumen berjalan sesuai standar.
“Jika memang ada hal-hal yang tidak sesuai, tentu akan kami evaluasi,” katanya.
Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pelayanan di SPBU tersebut, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.





