MAKASSAR, Beritabenua – Muh Taufik dan Muhammad Anugrah Salsabil Mihar secara resmi mendeklarasikan pencalonan sebagai Calon Presiden Mahasiswa dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) periode 2026–2027. Deklarasi tersebut disampaikan pada Rabu (3/6/2026) melalui pernyataan resmi yang ditujukan kepada mahasiswa dan civitas akademika UIT.
Perpanjangan Usia Masa Pensiun Polri: DPN PERMAHI Ingatkan Regenerasi dan Independensi Institusi sebagai Pilar Reformasi.
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Lagi-Lagi Warga Sinjai Barat Tandu Pasien Sakit Lewati Jalan Rusak Demi Dapat Pengobatan
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Pencalonan pasangan Taufik–Anugrah menjadi bagian dari dinamika demokrasi kampus menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden Mahasiswa (Pilpresma) UIT. Keduanya menyatakan komitmen untuk menghadirkan kepemimpinan mahasiswa yang inklusif, progresif, serta berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan mahasiswa.
Busrah Abdullah Akui Laporkan Ashabul Kahfi ke KPK, Soroti Dugaan Kasus Kuota Haji dan Dana Partai
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Kurban untuk Sesama: Sentuhan Humanis Kepala BPOM RI Taruna Ikrar di Momentum Iduladha
BeritaBenua.com • 8 hari lalu
Berita Terkini
Muh Taufik menyampaikan bahwa keputusannya maju dalam kontestasi Pilpresma dilandasi semangat pengabdian dan tanggung jawab untuk berkontribusi dalam penguatan peran mahasiswa di lingkungan kampus. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus mampu menjadi wadah perjuangan yang representatif dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
"Kami memandang kepemimpinan mahasiswa sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang yang mampu mengakomodasi aspirasi, memperkuat partisipasi mahasiswa, serta mendorong kemajuan kampus secara bersama-sama," ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Anugrah Salsabil Mihar menilai bahwa organisasi kemahasiswaan perlu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata terhadap pengembangan kapasitas dan kualitas mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa secara adaptif dan berkelanjutan.
"Mahasiswa membutuhkan organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan ruang pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan prestasi. Karena itu, kami berkomitmen untuk mendorong program-program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa," Ujarnya.
Dalam pencalonannya, pasangan Taufik–Anugrah mengusung visi membangun Badan Eksekutif Mahasiswa yang transparan, responsif, dan akuntabel. Selain itu, keduanya berkomitmen memperkuat sinergi antara organisasi kemahasiswaan, civitas akademika, dan seluruh elemen kampus guna menciptakan lingkungan akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdaya saing.
Mereka juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan Pilpresma UIT 2026–2027 sebagai momentum penguatan demokrasi kampus yang sehat dan bermartabat. Menurut keduanya, kontestasi mahasiswa harus menjadi ruang pertukaran gagasan, adu program, dan penguatan budaya intelektual demi kemajuan bersama.
Dengan mengusung slogan “Bersatu dalam Gagasan, Bergerak dalam Perjuangan, Menang untuk Kemajuan Mahasiswa”, pasangan Taufik–Anugrah menyatakan kesiapan untuk mengabdikan diri serta menjadi representasi aspirasi mahasiswa dalam mendorong kemajuan Universitas Indonesia Timur.





