SINJAI, Beritabenua--Warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, kembali harus menandu seorang pasien demi mendapatkan layanan kesehatan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA saat seorang warga bernama Ranti (23) hendak dibawa berobat ke salah satu klinik di Kota Makassar.
Pantauan di lokasi, puluhan warga dan keluarga terlihat bergantian memikul tandu sederhana yang terbuat dari bambu dan sarung. Mereka harus melewati jalan tanah, jembatan kecil, hingga jalur bebatuan sejauh kurang lebih dua kilometer karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Peta Persaingan Ketua KNPI Sinjai Mulai Terbaca, Tiga Kader HMI Maju Bertarung
Arrang Saz • 8 hari lalu
Berita Terkini
Pentingnya Pemahaman Hukum, HIMAPRODI HPI Gelar Penyuluhan di Sinjai Tengah
Arrang Saz • 8 hari lalu
Berita Terkini
Sebagian warga lainnya tampak mengiringi perjalanan menggunakan sepeda motor.
Kondisi tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Warga setempat mengaku hampir setiap ada warga sakit dan membutuhkan penanganan medis, proses evakuasi dilakukan dengan cara ditandu menuju akses jalan yang bisa dilalui kendaraan.
Praktisi Hukum Muda Asal Bulupoddo, Sulharmin Siap Bertarung di Bursa Calon Ketua KNPI Sinjai
Arrang Saz • 16 hari lalu
Berita Terkini
Muncul Poros Baru "Kebangkitan Pemuda" Warnai Perebutan Kursi KNPI Sinjai
Arrang Saz • 18 hari lalu
Berita Terkini
Sepupu pasien, Israil, mengatakan Ranti telah lama menderita sakit anemia disertai kondisi tubuh lemas dan kehilangan nafsu makan.
“Iya, Ranti sepupu saya sudah lama sakit anemia, lemas dan tidak ada nafsu makan. Selama ini dirawat di rumah menggunakan perawatan tradisional keluarga. Akhirnya kami memutuskan membawa berobat ke salah satu klinik di Kota Makassar,” ujar Israil.
Ia menambahkan, kondisi Ranti yang semakin lemah membuat keluarga tidak memungkinkan membawanya menggunakan sepeda motor.
“Karena kondisinya sudah sangat lemas dan tidak bisa dibonceng motor lagi, jadi kami tandu menggunakan bambu dan sarung. Jalanan di sini juga tidak bisa dilalui mobil, apalagi sekarang masih sering turun hujan,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan di wilayah tersebut agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat.
“Kami berharap ke depan ada perbaikan jalan sehingga saat ada warga sakit bisa dijangkau mobil dan mendapat fasilitas kesehatan dengan cepat,” tutup Israil.





