SINJAI, Beritabenua—Potret Lapangan Sinjai Bersatu yang berada di Jalan Tondong, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, kembali menjadi sorotan publik. Ikon kota tersebut terlihat kurang terawat hingga sebagian besar area lapangan dipenuhi rumput liar.
Pantauan di lokasi, Sabtu (20/6/2026), terlihat kondisi lapangan Sinjai Bersatu ditumbuhi rumput liar dengan beberapa tanaman berduri yang membuat kawasan tersebut tampak tidak terurus.
PMII Sinjai Dukung Hak Interpelasi DPRD dan Dorong Penggunaan Hak Angket Jika Pemerintah Daerah Tidak Kooperatif
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Wilayah, Pusterad Libatkan Awak Media dalam Pembinaan Teritorial di Kodim 1424 Sinjai
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Selain area lapangan, fasilitas pendukung seperti toilet umum di kawasan alun-alun juga disebut mengalami kerusakan dan tidak dalam kondisi yang baik untuk digunakan pengunjung
Kondisi ini berbanding terbalik dengan konsep awal alun-alun yang diharapkan menjadi ruang publik nyaman bagi masyarakat.
Ilusi Sekat Pasar: Mengapa Kenaikan BBM Non-Subsidi Bukan Urusan "Orang Kaya" Semata
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Aliansi Tonrong Menggugat Gelar Aksi di DPRD Sinjai, Diwarnai Aksi Saling Dorong dan Adu Mulut Dengan Aparat
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
Alun-Alun Sinjai Bersatu sendiri diresmikan pada Kamis (25/1/2024) dengan pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp7.122.406.000.
Kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas masyarakat, termasuk ruang bagi pelaku UMKM serta tempat berkumpulnya warga.
Bagi masyarakat Sinjai, alun-alun tersebut selama ini menjadi salah satu lokasi favorit, khususnya bagi kawula muda untuk bersantai karena terdapat area nongkrong yang menghadirkan berbagai pilihan makanan dan minuman.
Namun, kondisi rumput liar yang mulai mengambil alih sebagian area lapangan menimbulkan pertanyaan terkait pemeliharaan fasilitas publik yang baru beberapa tahun dibangun. Sebelumnya, kondisi Alun-Alun Sinjai Bersatu juga pernah mendapat sorotan terkait kebersihan dan perawatan kawasan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat kembali memperhatikan perawatan kawasan tersebut agar fungsi alun-alun sebagai ruang rekreasi, ekonomi, dan tempat berkumpul warga tetap terjaga.





