BANTAENG, Beritabenua—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan demonstrasi pembuatan alat tebar pupuk sederhana bagi kelompok tani dan masyarakat di Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan desa yang bertujuan memperkenalkan teknologi tepat guna untuk mendukung proses pemupukan yang lebih efektif, efisien, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh petani.
Bermodal Rekaman CCTV, Tim Resmob Polres Sinjai Ringkus Lima Terduga Pelaku Pelemparan Pos Satpol PP
Arrang Saz • sekitar 2 jam lalu
Berita Terkini
KKN Unhas Bentuk Komunitas WANUATA untuk Wadah Pemberdayaan Pemuda Desa Lamatti Riattang
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya pemupukan yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi alat tebar pupuk, manfaat penggunaannya untuk menghasilkan sebaran pupuk yang lebih merata, serta mengurangi kelelahan saat menebarkan pupuk.
Mahasiswa Kritik Pendirian URI, Sebut Indonesia Tidak Kekurangan Perguruan Tinggi
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Dialog Publik Soroti Kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng, Mahasiswa Pecinta Alam Desak Evaluasi Tata Kelola Kawasan
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Selanjutnya, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan perakitan alat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Proses pembuatan dijelaskan secara bertahap, mulai dari persiapan alat dan bahan, perakitan, hingga cara pengoperasian alat.
Setelah demonstrasi, peserta diberi kesempatan untuk merakit dan mencoba menggunakan alat secara langsung dengan pendampingan mahasiswa.
Muh. Husnul Alamsyah, selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa demonstrasi pembuatan alat tebar pupuk sederhana merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan petani.
"Melalui kegiatan ini, saya ingin memperkenalkan alat yang mudah dibuat dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, memiliki biaya yang relatif murah, serta dapat membantu petani melakukan pemupukan secara lebih efektif dan efisien. Harapannya, inovasi sederhana ini dapat dimanfaatkan secara mandiri untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Nipa-Nipa," ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para petani mengajukan berbagai pertanyaan mengenai ketahanan alat, jenis pupuk yang dapat digunakan, hingga kemungkinan melakukan modifikasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemanfaatan alat tebar pupuk sederhana sebagai solusi yang ekonomis, praktis, dan mudah diterapkan.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pemupukan, mendukung produktivitas pertanian, serta menjadi wujud pengabdian mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 dalam mendorong pemberdayaan desa melalui penerapan teknologi tepat guna yang sederhana, inovatif, dan bermanfaat.





