MAKASSAR, Beritabenua - Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Alauddin Makassar bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIT Makassar menggelar aksi gerakan mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026).
Aksi tersebut menjadi bentuk respons mahasiswa terhadap keresahan masyarakat atas persoalan ketersediaan BBM dan LPG yang dinilai semakin menyulitkan masyarakat. Mahasiswa menilai kebutuhan energi merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga persoalan ketersediaannya tidak dapat dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.
SAVOCO, PRODUK KREATIVITAS MAHASISWA UMSi YANG LOLOS KMI EXPO, DIPERKENALKAN KEPADA WAMENDIKTISAINTEK
Xiao Huli • sekitar 6 jam lalu
Berita Terkini
Sharing Session & Camp, Pemuda Tonrong Berhasil Satukan Pemuda Lintas Komunitas
NURrr Aminn • 1 hari lalu
Berita Terkini
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, mengatakan kehadiran mahasiswa di DPRD Sulsel merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang terdampak langsung oleh kondisi tersebut.
"Kami hadir untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Persoalan BBM dan LPG ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami ingin ada langkah nyata dan kepastian penyelesaian, bukan persoalan ini dibiarkan berlarut-larut.”
Antrean BBM dan Kelangkaan LPG 3 Kg Disorot, PMII Sulsel Desak Evaluasi Distribusi
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Tawarkan Energi Baru untuk Karang Taruna Sinjai, Ini Profil Iksan Bil Nazhari
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
Aqil menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian aspirasi di gedung DPRD. Mahasiswa akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut dan memastikan suara masyarakat mendapatkan tindak lanjut.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIT Makassar, Muh. Taufik, menegaskan bahwa kondisi yang dirasakan masyarakat membutuhkan solusi konkret dari pemerintah dan pihak terkait.
"Kami butuh solusi, bukan klarifikasi. Masyarakat hari ini tidak membutuhkan sekadar penjelasan mengenai persoalan yang terjadi, tetapi membutuhkan kepastian bahwa BBM dan LPG tersedia dan bisa diakses dengan baik.”
Menurut Taufik, persoalan kebutuhan energi tidak boleh hanya menjadi bahan pembahasan tanpa adanya tindakan nyata.
"Kami datang untuk menyampaikan suara masyarakat. Kalau hari ini masyarakat kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, maka yang harus dihadirkan adalah solusi. Mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini agar tidak berhenti pada ruang dialog saja.”
Aspirasi massa aksi kemudian diterima langsung oleh Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Hj. Andi Rachmatika Dewi, yang akrab disapa Cicu, bersama sejumlah anggota DPRD Sulsel.
Cicu menyampaikan bahwa DPRD Sulsel berkomitmen untuk terus mengawal persoalan yang menjadi keresahan masyarakat tersebut.
"Kami di DPRD Sulsel tentu akan terus mengawal persoalan ini. Apa yang menjadi aspirasi mahasiswa hari ini akan kami tindak lanjuti dan perjuangkan agar persoalan ini segera mendapatkan solusi dan tidak kembali terjadi di kemudian hari.”
Cicu juga berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi sehingga masyarakat kembali memperoleh kebutuhan energi dengan mudah.
"Kami berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan dan masyarakat kembali mendapatkan kebutuhan energi dengan mudah. DPRD akan terus mengawal agar kebutuhan masyarakat ini benar-benar terpenuhi.”
Aksi gerakan mahasiswa DEMA UIN Alauddin Makassar dan BEM UIT Makassar menjadi bentuk tekanan moral sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat kepada DPRD Sulsel. Mahasiswa menegaskan bahwa persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus mendapatkan solusi nyata, bukan sekadar klarifikasi, dan akan terus dikawal hingga terdapat penyelesaian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.





