Refleksi September Hitam, BEM UIT Ajak Mahasiswa Mengingat Sejarah dan Mengawal Kebijakan

BeritaBenua.com —
avatar
NURrr AminnPenulis
Gambar Sampul

MAKASSAR, Beritabenua - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (BEM UIT) menggelar kegiatan refleksi September Hitam sekaligus memperingati Hari Tani Nasional di pelataran Kampus 5 Universitas Indonesia Timur (UIT), Makassar, Rabu (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk kembali mengingat berbagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa sekaligus mendiskusikan persoalan kebangsaan dan sosial yang masih relevan hingga saat ini.

BEM UIT mengajak mahasiswa Universitas Indonesia Timur untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang diisi dengan sejumlah agenda, di antaranya pembacaan sejarah tragedi kelam masa lalu, diskusi mengenai kebijakan bangsa, pembacaan puisi, serta doa bersama.

Presiden Mahasiswa BEM UIT, Muh. Taufiq, mengatakan kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi agenda seremonial untuk mengenang berbagai peristiwa sejarah.

Menurutnya, mengingat sejarah merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran mahasiswa agar mampu memahami persoalan bangsa sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi.

“Sejarah harus terus diingat, sebab sejarah yang tidak diingat akan kehilangan maknanya. Apa yang kami lakukan bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga menjadi bentuk kontrol sosial agar peristiwa-peristiwa kelam tersebut tidak terulang kembali,” ujar Muh. Taufiq.

Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal berbagai kebijakan publik. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami persoalan secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membaca, mengkaji, dan mengawasi kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu melihat bagaimana kebijakan itu dibuat dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu, ruang-ruang diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa,” lanjutnya.

Selain refleksi sejarah, BEM UIT juga mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Kampus dinilai tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga perlu membentuk generasi yang memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.

Melalui kegiatan refleksi September Hitam dan peringatan Hari Tani Nasional tersebut, BEM UIT berharap mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas mengenang sejarah. Mahasiswa diharapkan mampu memahami sejarah, membaca realitas sosial, mengawal kebijakan publik, serta mengambil peran dalam menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa sebagai bentuk refleksi bersama sekaligus penghormatan terhadap berbagai peristiwa dan persoalan kemanusiaan yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    ‎Mantan Bendum DPP HIPPMAS Dukung Hj Nurbaya Toppo di Bursa Ketua Karang Taruna Sinjai

    Arrang Saz • 4 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    PKC PMII Sulsel Apresiasi Respons Pertamina Urai Antrean BBM di Makassar, Dorong Pengawasan BBM Bersubsidi

    Arrang Saz • 5 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Pembangunan Rumah Tahfidz Dzikrun Mubarak di Camba Butuh Uluran Tangan, 172 Santri Menantikan Bangunan Layak

    Arrang Saz • 7 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    ‎Anggota DPRD Sinjai Soroti Proyek RSUD dan Puskesmas Manipi, Bongkar Dugaan Banting Harga

    Arrang Saz • 8 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    ‎PC PMII Sinjai Sambangi Polres dan DPRD, Soroti Antrean BBM, Kelangkaan LPG 3 Kg hingga Pemadaman Listrik

    Arrang Saz • 9 hari lalu

    Baca