SINJAI, Beritabenua - Kasus kematian ayam yang diduga disebabkan virus flu burung marak terjadi di Kabupaten Sinjai, Sabtu (10/10/2026).
Dari Ruang Redaksi ke Gedung DPRD Sinjai, Profil Perjalanan Muhammad Ridwan
Arrang Saz • sekitar 8 jam lalu
Berita Terkini
Dugaan Perampasan Lahan Warga Rante Balla, PBHI Sulsel Desak DPRD Panggil PT Masmindo
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Kasus yang sama juga terjadi sampai di pelosok, seperti di Desa Terasa dan Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat
Mujahid Turaihan Maju Calon Koordinator Pusat BEM PTMAI, Bawa Gagasan Strategis untuk Bangsa
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Muhammad Farhan Fauzan Nyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum HMI Komisariat Syariah dan Hukum
NURrr Aminn • 4 hari lalu
Berita Terkini
“Per hari ini terlapor di Desa Terasa sudah kurang lebih 70 ekor sedangkan di Desa Bonto Salama sudah 20 ekor“ kata warga Desa Terasa, Syamsul.
Lanjut Syamsul, menerankan, parahnya hingga hari ini belum ada tindakan dari Dinas Peternakan, meskipun kata dia, data kematian massal tersebut sudah terlapor sejak beberapa hari lalu.
"Hingga hari ini belum ada tindakan dari teman di kantor Dinas Peternakan meskipun data kematian massal ini sudah kami laporkan” lanjutnya.
Untuk sementara, Syamsul mengaku, berupaya melakukan karanntina ayam yang masih hidup dengan cara dikandang dan dipisahkan dengan ayam lainnya.
”Kami belum melakukan penyemprotan disinfektan karena keterbatasan akses, sebagian masyarakat tidak tau di mana bisa mendapatkan disinfektan untuk dipakai menyemprot, sementara dari Dinas juga belum ada upaya untuk sampai di Desa Terasa mungkin karena banyaknya kasus di Kecamatan lain“ jelas Syamsul.
Syamsul berharap, semoga pihak Dinas Peternakan segera bertindak agar dapat meminimalisir kerugian masyarakat.





