KORUT, Beritabenua- Kim Jong Un disebut memerintahkan mengeksekusi mati sejumlah pejabat pemerintah Korea Utara, usai gagal tangani bencana banjir besar yang menewaskan ribuan orang pada Juli 2024 lalu.
Dilansir dari laporan stasiun televisi Korut TV Chosun, seperti Straits Times, sekitar 20 hingga 30 pejabat pemerintah di daerah yang ditugaskan di wilayah yang dilanda banjir, telah dieksekusi mati dengan cara ditembak pada Agustus ini.
Dukung Ketahanan Pangan, DPD Tani Merdeka Indonesia Tanam Jagung di Sinjai
BeritaBenua.com • sekitar 12 jam lalu
Berita Terkini
Pemprov Dukung Rakerprov KORMI Kaltara 2025, Membangun Budaya Olahraga Masyarakat
Xiao Huli • 1 hari lalu
Berita Terkini
Hal ini dikabarkan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, yang memantau situasi usai mendapatkan informasi intelijen soal berita tersebut.
Pada pertemuan bulan Juli lalu, Kim Jong Un menyatakan akan menghukum keras pejabat yang lalai dari tugas dan tanggungjawabnya. Kim juga menegaskan para pejabat harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.
Gelar Rakor dan Capacity Building, TPAKD Dorong Percepatan Akses Keuangan Inklusif di Daerah
Xiao Huli • 1 hari lalu
Berita Terkini
Pemprov Susun Rencana Aksi Pembangunan Kawasan Perbatasan Kaltara
xiao huli • 1 hari lalu
Berita Terkini
Juli lalu, hujan deras merusak sekitar 4.100 rumah warga, menggenangi jalanan hingga rel kereta api, dan merusak sekitar 3.000 hektar lahan pertanian di kota Sinuiju.
Media setempat mengatakan kerugian akibat banjir lebih luas terjadi di wilayah utara Provinsi Jagang, yang berbatasan dengan China. Beberapa mayat juga ditemukan saat proses pembersihan tanah, setelah permukaan mulai surut pasca banjir.
Banjir besar itu diduga telah menewaskan hingga beberapa ribu orang di daerah yang paling parah dilanda banjir yaitu di Provinsi Jagang.
Saat banjir terjadi, Kim Jong Un disebut langsung turun tangan memimpin operasi penyelamatan menggunakan 10 helikopter dan sekoci militer.
Badan meteorologi Korea Selatan menyebut ini merupakan suhu tertinggi yang pernah tercatat di Korea Utara dalam 29 tahun terakhir, sebagaimana dilansir CNN Indonesia.





