SINJAI, Beritabenua--Puluhan warga Dusun Pakokko, Desa Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe, bersama aliansi mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Sinjai, Senin (4/5/2026).
Pemuda Justicia Ultimatum Kasat Narkoba Bulukumba: Anomali 30 Kasus RJ Harus Dibuka, Jika Tidak Copot!
BeritaBenua.com • sekitar 3 jam lalu
Berita Terkini
Siswa ICM Yasika Raja Champion di Inersia Padel Tournament U14
BeritaBenua.com • sekitar 7 jam lalu
Berita Terkini
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP. Dalam demonstrasi, massa secara bergantian menyampaikan orasi serta membentangkan spanduk tuntutan terkait kondisi jalan yang rusak parah di wilayah mereka.
Dugaan Pungli CPNS FIKK UNM, ISMS Minta Polda Buka Kasus dan Periksa Aktor
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini

Jenderal Lapangan aksi, Randi, mengungkapkan bahwa jalan di Dusun Pakokko telah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan yang layak. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya petani yang kesulitan mengangkut hasil panen, serta anak-anak yang harus melewati jalan rusak untuk bersekolah.
Menurutnya, masyarakat hanya menuntut hak dasar berupa akses infrastruktur yang memadai guna menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Kami mendesak pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan di Dusun Pakokko,” tegasnya.
Usai berorasi, perwakilan massa melakukan audiensi dengan Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, di Ruang Pola Kantor Bupati. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Sinjai Haris Achmad, Kepala Bappeda, serta sejumlah pejabat terkait.
Dalam audiensi, Bupati Sinjai menyampaikan bahwa ruas jalan di Dusun Pakokko telah masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sinjai menjelaskan terdapat tiga ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, yakni Bonto Kunyi–Pakokko sepanjang 1,9 kilometer, Laha-laha–Pakokko sepanjang 1,9 kilometer, dan Koro–Pakokko sepanjang 2,4 kilometer.
Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan masih bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Secara teknis kami siap, tinggal menunggu dukungan anggaran,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sinjai memastikan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.





