MAJENE, Beritabenua, - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Kesatuan Pemuda dan Kerakyatan (KPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Majene, mendesak pencopotan Kapolres Majene dan Kasat Reskrim yang diduga terlibat dalam permainan kotor terkait peredaran rokok ilegal di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. pada Kamis (27/02/25)
Alwin, selaku jenderal lapangan, menegaskan bahwa Polres Majene semakin memperjelas indikasi adanya kongkalikong dengan distributor rokok ilegal, dugaan tersebut semakin kuat setelah Kapolres Majene dan Kasat Reskrim menolak menemui massa aksi maupun menerima tuntutan mereka.
Dr. Indrayani Ajak Masyarakat Dayak Siapkan Diri Hadapi IKN, Dorong Fokus Penguatan SDM Lokal Menuju 2028
BeritaBenua.com • sekitar 3 jam lalu
Berita Terkini
Polres Sinjai Selidiki Teror Pencurian Sapi di Tellulimpoe, Polisi Minta Dukungan Warga
Arrang Saz • sekitar 6 jam lalu
Berita Terkini
"Kami tak butuh pemimpin kepolisian yang melindungi kejahatan. Kapolres Majene harus dicopot karena terbukti tidak serius menindak peredaran rokok ilegal, ini bukan sekadar kelalaian tapi ada indikasi permainan kotor yang merugikan negara dan masyarakat. Kami akan terus menekan hingga Kapolres, Kasat Reskrim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bea Cukai Korwil Sulbar diberhentikan dari jabatannya." Tegas Alwin dalam orasinya.
Massa aksi juga membawa spanduk bertuliskan "Copot Kapolres Majene! Copot Kasat Reskrim! Copot Kadis Disperindag! Copot Bea Cukai Korwil Sulbar!" Demonstrasi ini berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, namun pihak kepolisian tetap enggan memberikan tanggapan resmi.
Teror Penculikan Sapi di Tellulimpoe, Warga Curigai Sindikat Terorganisir
Arrang Saz • sekitar 16 jam lalu
Berita Terkini
Kajian Jurnalistik Mahasiswa Perairan Sinjai, Menakar Nalar di Ruang Sederhana
Arrang Saz • sekitar 23 jam lalu
Berita Terkini
Massa aksi menegaskan bahwa ini baru langkah awal, mereka memastikan akan terus menggelar demonstrasi lebih besar hingga aparat yang terlibat dalam dugaan kongkalikong rokok ilegal benar-benar dicopot dan diproses secara hukum.
Menurutnya Kapolres Majene masih bungkam dan memilih menghindari pertanggungjawaban di hadapan publik. Sikap ini semakin memperkuat dugaan bahwa kepolisian terlibat dalam melindungi peredaran rokok ilegal di Majene.





