SINJAI, Beritabenua- Demisoner Ketua Umum DPK Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS) Universitas Negeri Makassar, Wahyu Pandawa sapaan akrabnya menyikapi keputusan pengalihfungsian asrama putri Mahasiswa Sinjai di Kota Makassar menjadi rumah singgah.
Menurut Wahyu, perubahan fungsi ini tidak transparan, dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada organisasi mahasiswa terkait.
Sikap Humanis Kasi Intel Kejari Sinjai Saat Temui Massa Aksi PC PMII: Komitmen Antikorupsi Kejari Sinjai Tegas dan Terbuka
Arrang Saz • sekitar 15 jam lalu
Berita Terkini
HUT DWP ke-26, Bustan Ajak DWP Bangkitkan Sektor UMKM di Masyarakat
Xiao Huli • sekitar 16 jam lalu
Berita Terkini
"Asrama tersebut dibangun yang peruntukan awalnya untuk Asrama Putri Hippmas sebagaimana yang tertera pada papan proyek pekerjaan dengan nomor kontrak : 4102.8/PPK-PGKKONTRAK/DPUPR/VII/2018 ,Nama Pekerjaan: Pembangunan ASPURI HIPPMAS,Nilai Paket : Rp 2.320.774.000 (Dua Milyar tiga ratus dua puluh juta tujuh ratus tujuh puluh empat rupiah), Sumber Dana : APBD (DAU) T.A 2018, Pelaksana : CV SUBER RESKI ABADI, namun belum pernah difungsikan atau diserahkan, Kemudian mendapat anggaran renovasi di era kepemimpinan Pj Bupati Tr Fahsul Falah menjadi rumah singgah dengan anggaran besar," ujarnya, (18/06/2025).
Wahyu menambahkan bahwa Pemerintah Daerah Sinjai waktu itu tidak melibatkan mahasiswa dalam proses diskusi mengenai renovasi tersebut sehingga terkesan tidak transparan.
Gelar Forum Satu Daerah Daerah, Wujudkan Tata Kelola Terpadu Kaltara
Xiao Huli • sekitar 16 jam lalu
Berita Terkini
Kaltara Raih Penghargaann Provinsi Kecil Terbaik 1 Naker Inspirational Leadership Award 2025
Xiao huli • sekitar 16 jam lalu
Berita Terkini
“Disinyalir ada modus operandi kejahatan di dalamnya, hal demikian rencana akan kami aspirasikan secara kelembagaan di DPRD Sinjai” jelasnya.





