SINJAI, Beritabenua — Suara tegas para pelajar Muhammadiyah yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, mengecam isu tambang.
Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana eksploitasi tambang emas yang dinilai merusak lingkungan, dan mengancam kehidupan masyarakat, serta menggerus nilai-nilai keberlanjutan yang dijunjung tinggi dalam prinsip Islam dan ajaran Muhammadiyah.
Bupati Siap Jadi Ketua Dewan Penasehat Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai
BeritaBenua.com • sekitar 11 jam lalu
Berita Terkini
AKP Andi Rahmatullah Jadi Lulusan Terbaik PPs S3 UNM
BeritaBenua.com • sekitar 11 jam lalu
Berita Terkini
Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sinjai Barat, Ilyas menyampaikan sikap secara terbuka, menyebut bahwa rencana eksplorasi dan eksploitasi tambang emas di wilayahnya merupakan bentuk ketidakadilan ekologis dan pelanggaran terhadap hak masyarakat lokal.
“Kami, ikatan pelajar Muhammadiyah, menolak segala bentuk eksploitasi tambang emas yang merusak lingkungan dan mengorbankan masa depan kami demi keuntungan segelintir orang. Kami bukan hanya pelajar, tetap kami penjaga masa depan yang tidak ingin mewarisi kerusakan. Seharusnya jika hal ini ingin di lakukan perlu kajian yang betul-betul serius dari pemerintah dengan melibatkan masyarakat, Pemuda,mahasiswa dan pelajar ” tegas Ilyas, Jumat (20/6).
Warga di Sinjai Tertimpa Musibah Kebakaran, HIMAS Morowali Salurkan Bantuan
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
HWDI Sulsel dan AMAN SulSel Dorong Pelibatan Disabilitas dalam Kebijakan Daerah di Sinjai
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Menurutnya, pertambangan emas di wilayah tersebut akan menyebabkan pembukaan lahan berskala besar, yang menyebabkan pencemaran air sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, dan akan menpengaruhi hasil pertanian para petani.
Dirinya menilai bahwa tambang bukan solusi pembangunan, melainkan bom waktu bagi krisis sosial dan ekologis.
Sebaliknya, kata dia, mereka mengusulkan pembangunan berbasis masyarakat dan potensi lokal yang lestari, seperti pertanian organik, pariwisata hijau, serta ekonomi kreatif ramah lingkungan.
Dirinya juga menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak bisa dibangun di atas reruntuhan alam.
Ia menyerukan kepada seluruh pelajar, mahasiswa, dan pemuda untuk menjadi pelindung bumi, bukan perusaknya.





