SINJAI, Beritabenua — Fungsi Masjid Islamic Center di Kabupaten Sinjai kini menuai sorotan. Area yang seharusnya menjadi tempat ibadah justru diduga dimanfaatkan sebagai lokasi beristirahat hingga tempat menjemur pakaian oleh pekerja proyek Sekolah Rakyat.
Pantauan di lapangan Minggu (19/4/2026), menunjukkan pakaian pekerja tergantung di sejumlah sudut masjid. Tak hanya itu, ruang utama hingga selasar masjid kerap dijadikan tempat beristirahat saat jam kerja berlangsung.
Jurnalis Sinjai FC Tampil Spartan, Buat UIAD FC Bertekuk Lutut
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Bupati Siap Jadi Ketua Dewan Penasehat Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
Kondisi ini memicu keresahan warga sekitar, khususnya di lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanue, Kecamatan Sinjai Utara. Mereka menilai aktivitas tersebut telah melenceng dari fungsi utama masjid sebagai ruang sakral dan simbol religius daerah.
“Ini bukan tempat umum biasa. Masjid itu tempat ibadah, bukan tempat jemur pakaian atau istirahat pekerja,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga di Sinjai Tertimpa Musibah Kebakaran, HIMAS Morowali Salurkan Bantuan
BeritaBenua.com • 5 hari lalu
Berita Terkini
Warga menilai, pembiaran terhadap aktivitas ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta rendahnya sensitivitas terhadap nilai-nilai kesucian tempat ibadah. Jika tidak segera ditertibkan, kondisi tersebut dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk di tengah masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggunaan area masjid oleh pekerja diduga akibat minimnya fasilitas penunjang yang disediakan oleh pihak pelaksana proyek. Keterbatasan tersebut membuat pekerja memanfaatkan ruang publik, termasuk area masjid, sebagai alternatif.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak mencapai Rp245 miliar. Proyek dengan luas sekitar 7,5 hektare itu saat ini dikelilingi pagar seng sebagai pembatas area pembangunan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Namun, di balik tujuan besar tersebut, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum sepenuhnya memperhatikan dampak sosial di lingkungan sekitar.
Warga pun mendesak adanya langkah tegas dari pengelola masjid, kontraktor proyek, hingga pemerintah daerah. Penertiban serta penyediaan fasilitas istirahat yang layak bagi pekerja dianggap sebagai solusi mendesak untuk menghentikan praktik yang dinilai tidak pantas tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait. Minimnya respons ini justru semakin memperkuat kesan pembiaran terhadap dugaan penyalahgunaan area tempat ibadah.





