SINJAI, Beritabenua–Potret keterbatasan akses layanan kesehatan masih dirasakan sebagian warga di Kabupaten Sinjai. Seorang anak perempuan bernama Putri (11) terpaksa ditandu oleh keluarga dan warga sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk mendapatkan akses menuju ambulans, Selasa (9/6/2026).
Peristiwa itu terjadi di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat. Putri yang membutuhkan penanganan medis tidak dapat langsung dijemput ambulans karena kondisi akses jalan menuju permukiman warga belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
PC PMII Sinjai Desak Audit Nasional SPPG dan Mitra MBG Usai Kasus Korupsi BGN
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
Lagi-Lagi Warga Sinjai Barat Tandu Pasien Sakit Lewati Jalan Rusak Demi Dapat Pengobatan
Arrang Saz • 7 hari lalu
Berita Terkini
Dalam dokumentasi yang beredar, tampak sejumlah warga bergotong royong mengangkat tandu melewati jalan setapak dan medan yang cukup sulit sebelum akhirnya tiba di titik yang bisa dijangkau ambulans.
Ayah pasien, Syarifuddin, mengatakan kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, warga setempat sudah berulang kali melakukan hal serupa ketika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan perawatan medis.
Peta Persaingan Ketua KNPI Sinjai Mulai Terbaca, Tiga Kader HMI Maju Bertarung
Arrang Saz • 15 hari lalu
Berita Terkini
Pentingnya Pemahaman Hukum, HIMAPRODI HPI Gelar Penyuluhan di Sinjai Tengah
Arrang Saz • 15 hari lalu
Berita Terkini
"Hal seperti ini sering kali kami lakukan ketika ada masyarakat yang sakit dan perlu perawatan," kata Syarifuddin.
Mantan Kepala Dusun Tonrong itu berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya.
"Kami berharap pemerintah serius memberikan perhatian kepada kami. Jangan karena kami sudah sering dijanji, tetapi belum ada bukti dan kerja nyata," ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan agar pemerintah membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan dasar akibat keterbatasan sarana dan prasarana.
"Saya sebagai mantan kepala dusun memohon agar pemerintah bisa membantu kami, karena yang bisa membantu kami hanya pemerintah dan Tuhan," tambahnya.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan harapan masyarakat terhadap realisasi visi pembangunan daerah yang menekankan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik. Warga menilai kondisi yang dialami Putri menunjukkan masih adanya kesenjangan akses infrastruktur dan layanan kesehatan di sejumlah wilayah pedesaan.
Masyarakat juga menagih komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai terkait pemerataan infrastruktur serta pemerataan akses pelayanan dasar yang menjadi bagian dari visi pembangunan daerah. Dalam visi tersebut, pemerintah berkomitmen memprioritaskan mutu dan pemerataan akses di sektor pendidikan dan kesehatan secara menyeluruh di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan perbatasan.
Warga berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui pembangunan akses jalan yang memadai sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat tanpa hambatan. Sebab bagi masyarakat Dusun Tonrong, jalan yang layak bukan hanya sarana transportasi, melainkan juga jalur penyelamat nyawa ketika kondisi darurat terjadi.
Peristiwa yang dialami Putri menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program dan seremonial pembangunan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan dasar yang benar-benar dapat diakses seluruh warga hingga ke pelosok desa.





