SINJAI, Beritabenua – Zainal Abidin Hasnur anggota DPRD Kabupaten Sinjai dari Fraksi PKB, menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Akkitangessoe, Dusun Alekanrung, Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan dirangkaikan dengan silaturahmi bersama masyarakat setempat menjadi ruang penyampaian aspirasi warga terkait sejumlah persoalan yang masih dihadapi, mulai dari infrastruktur jalan, penyaluran bantuan sosial, hingga kebutuhan sektor pertanian dan pendidikan.
Advokat Muda Sinjai Jagokan Portugal di Piala Dunia: Kombinasi Pengalaman, Mental Juara, dan Kepemimpinan Ronaldo
Arrang Saz • 3 hari lalu
Berita Terkini
Birokrasi Mandek, HMI Tantang Nyali DPRD Sinjai Panggil Pemda Terkait Sengkarut Mutasi dan Rotasi Jabatan
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dusun Alekanrung, mantan Kepala Dusun Baru, Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, serta tokoh pemuda.
Persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu isu utama yang disampaikan masyarakat dan menjadi topik dialog.
Empat Kali Pasien Ditandu dalam Tiga Tahun Terakhir, Warga Sinjai Barat Tagih Janji Ramah Infrastruktur
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
Viral Anak Ditandu 2 Kilometer di Sinjai Barat, Warga Soroti Akses Jalan dan Layanan Kesehatan
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
Warga menyoroti belum terealisasinya peningkatan ruas jalan Bongkong–Caile, Caile–Topala, serta Bontopenno–Mattunreng Tellue yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Zainal Abidin Hasnur menjelaskan bahwa usulan peningkatan ketiga ruas jalan tersebut telah diperjuangkan sejak periode pertamanya sebagai anggota DPRD dan terus diajukan setiap tahun dalam pembahasan anggaran daerah.
“Usulan peningkatan jalan Bongkong–Caile, Caile–Topala, dan Bontopenno–Mattunreng Tellue bukan aspirasi baru. Ini perjuangan yang kami bawa sejak periode pertama dan terus kami dorong setiap tahun. Kondisi fiskal memang menjadi kendala, tetapi tidak akan menghentikan perjuangan kami,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan terkait penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran bantuan sosial. Menurut sejumlah warga, pembagian desil dalam DTSEN dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil masyarakat di lapangan sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.
Masyarakat berharap pemerintah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala agar bantuan sosial dapat diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Di sektor pendidikan, warga memberikan apresiasi terhadap perjuangan PKB dalam memperjuangkan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi. Program tersebut dinilai telah membantu banyak siswa melanjutkan pendidikan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan bibit porang, peningkatan layanan air bersih, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dirangkum dan diperjuangkan dalam pembahasan program serta anggaran pembangunan daerah ke depan.
Zainal Abidin Hasnur menegaskan bahwa reses merupakan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
“Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa sebagai bahan perjuangan konkret, bukan sekadar catatan seremonial. Fokus kami tetap sama, yakni pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sinjai Tengah,” pungkasnya.





