SINJAI, Beritabenua – Aksi unjuk rasa Kembali di gelar oleh Aliansi Tonrong Menggugat di depan Kantor DPRD Kabupaten Sinjai, Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (15/6/2026). Aksi unjuk rasa dilakukan untuk menyampaikan tuntutan terkait perbaikan infrastruktur jalan dan transparansi pembangunan di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat.
Ipung, Jendral lapangan dalam orasinya, mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan perbaikan jalan di Dusun Tonrong, Dusun Laha-Laha, dan Dusun Bonto Sunggu yang dinilai mengalami kerusakan dan telah lama dikeluhkan masyarakat. Selain menuntut transparansi perencanaan pembangunan, ia juga meminta adanya kepastian program pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Jalan Rusak Tak Kunjung Sembuh, Warga Terasa Sinjai Barat Perbaiki Secara Swadaya
Arrang Saz • sekitar 19 jam lalu
Berita Terkini
Zainal Abidin Hasnur Gelar Reses di Sinjai Tengah, Soroti Infrastruktur dan Polemik DTSEN
Arrang Saz • sekitar 19 jam lalu
Berita Terkini
Salah satu orator aksi juga menyoroti akibat yang ditimbulkan buruknya kondisi jalan di Desa Tonrong. Dalam penyampaian aspirasi, mereka mengingatkan bahwa kerusakan jalan telah menyulitkan mobilitas masyarakat, termasuk akses pelayanan kesehatan. Massa menyebut beberapa warga yang membutuhkan penanganan medis terpaksa ditandu oleh keluarga maupun warga setempat untuk mendapatkan pengobatan karena kendaraan sulit menjangkau lokasi akibat kondisi jalan yang rusak berat.
Aksi yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Sinjai sempat diwarnai ketegangan antara peserta aksi dan aparat keamanan.
Advokat Muda Sinjai Jagokan Portugal di Piala Dunia: Kombinasi Pengalaman, Mental Juara, dan Kepemimpinan Ronaldo
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Birokrasi Mandek, HMI Tantang Nyali DPRD Sinjai Panggil Pemda Terkait Sengkarut Mutasi dan Rotasi Jabatan
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
Peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah massa berupaya membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap lambannya penanganan persoalan infrastruktur yang mereka suarakan.
Upaya pembakaran ban kemudian mendapat respons dari aparat keamanan yang berjaga di lokasi. Adu mulut sempat terjadi antara Kasat Intel Polres Sinjai, AKP Hasan Loan, dengan beberapa peserta aksi ketika petugas berupaya mencegah tindakan tersebut demi menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Salah satu peserta aksi, Israil, menyampaikan kekecewaannya atas larangan pembakaran ban yang dilakukan aparat keamanan. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pembatasan terhadap ekspresi massa aksi. ia menilai upaya pencegahan tersebut sebagai bentuk intimidasi yang berpotensi mencederai hak demokrasi dan kebebasan berekspresi dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Meski sempat terjadi ketegangan, situasi tetap dapat dikendalikan dan massa melanjutkan aksi dengan menyampaikan orasi serta tuntutan di depan Kantor DPRD Kabupaten Sinjai.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan situasi secara umum terpantau aman serta kondusif.





